Kami Butuh Sawah, Bukan Beton

DeGorontalo -  Ada gegap gempita di tengah sawah. Panggung didirikan dengan tiang bambu beratapkan daun. Beberapa  lukisan berisi pesan-pesan di patok di kiri-kanan sisi panggung. Bendera merah putih terpancang di kedua sisinya. Sementara di sudut kiri, ada patung tikus besar dari jerami. Entah  itu melambangkan hama padi, atau jangan-jangan simbol pengerat

Nurani (ke)Manusia(an)

  Oleh. Pramono Pido (Orang Tilamuta, Boalemo, Gorontalo) FIAT justitia ruat coelum. Sekalipun esok langit akan runtuh, keadilan harus tetap ditegakkan. Setiap kalimat adalah ungkapan pikiran. Setiap ungkapan pikiran adalah kualitas merasa yang dikongkritkan dalam bentuk bahasa. Palung terdalam perasaan manusia selalu diisi oleh hal – hal yang menggertarkan semesta. Keadilan, kejujuran, keberanian. Adalah hasrat

Apa pentingnya Wikipedia Bahasa Gorontalo?

Oleh. Marwan Mohamad (Perintis Wikipedia Bahasa Gorontalo, Pelaut) WIKIPEDIA  adalah situs ensiklopedia dalam jaringan (daring) atau online yang terbesar saat ini. Bahasa-bahasa besar di dunia seperti bahasa Inggris, Jerman, Belanda, Prancis, dan Spanyol punyai situs Wikipedia dalam versinya masing-masing yang berisi jutaan artikel. Wikipedia Bahasa Inggris tercatat sebagai yang terbesar. Mencakup 5.472.000 artikel.

Bahasa Gorontalo lebih gampang dari Bahasa Inggris

DeGorontalo - Siapa bilang bahasa Gorontalo itu susah dipelajari?. Mohammad Reza, pemuda Batudaa dan dosen komunikasi di Universitas Negeri Gorontalo (UNG) memberikan contoh yang baik. Mari kita simak bagaimana bahasa Gorontalo hanya perlu satu kata, menggantikan kalimat dan ungkapan dalam bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Konten yang mendadak viral ini dikutip dari

Sukardi Harun, Politisi Gorontalo Tiga Zaman

Oleh:Susanto Polamolo* ( Peneliti HAM, Konstitusi dan Sejarah Ketatanegaraan) “Jadikan ibadah sebagai karyamu Dan karyamu sebagai ibadahmu” (Sukardi Harun) Ini sebuah pertemuan yang tak direncanakan sebelumnya. Saya akhirnya berjumpa dengan salah satu politisi legendaris Sulawesi Utara, Sukardi Harun. Seorang putra asli Gorontalo, pada pertengahan tahun 2016 lalu. Ketika itu saya sedang melakukan riset di wilayah Sulawesi

Top