4 Aktivis KNPB Gorontalo Dianggap Makar

Aktivis KNPB bersama Kuasa Hukum dari LBH Manado. (Dok KNBP Gorontalo)
Aktivis KNPB bersama Kuasa Hukum dari LBH Manado. (Dok KNBP Gorontalo)

DeGorontalo — Empat aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Konsulat Gorontalo, telah ditetapkan sebagai tersangka dan diancam pasal Makar. Empat aktivis tersebut ditangkap pada Senin, 19 Desember lalu, di Manado.

“Iya, kami ditahan saat mau melakukan aksi damai yang digagas KNPB konsulat Manado dan Gorontalo pada Senin, 19 Desember. Dari 85 massa aksi, kami [81 orang] dipulangkan dan 4 orang ditahan di Polresta dan ditetapkan sebagai tersangka [dengan ancaman pasal Makar],” kata Jhon Payage, Jumat, 23 Desember.

Lanjut John, empat orang yang ditahan itu sampai hari ini dikabarkan telah ditetapkan sebagai tersangka dengan jeratan pasal Makar.

“Jadi kami akan tunggu proses selanjutnya. Sejauh ini mereka yang ditetapkan sebagai tersangka dengan pasal Makar masing-masing, Hiskia Meage sebagai Ketua Konsulat Indonesia Timur, Eman Ukago sebagai Ketua KNPB Gorontalo, Panus Hesegem sebagai anggota, dan Arni Wetipo sebagai anggota.”

Penangkapan terjadi sebelum mereka menggelar aksi damai di DPRD Sulawesi Utara. Massa aksi yang tengah bersiap-siap di asrama Papua, dihentikan aparat kepolisian di bawah pimpinan Kasat Intel Polresta Manado. Aparat kepolisian masuk ke asrama, lalu menangkap empat orang tersebut.

Dikabarkan 75 orang lainnya pun ikut ditangkap. Mereka ditahan lebih dari 24 jam di halaman Polresta Manado, dan baru dibebaskan pada Rabu, 21 Desember, dini hari.

Rencananya aksi damai tersebut diadakan dalam rangka protes terhadap peristiwa Trikora, sekaligus dukungan atas keanggotaan penuh ULMWP di MSG.

Dikutip dari Liputan6.com, penyidik Polresta Manado, Sulawesi Utara, pada Rabu, 21 Desember, menetapkan empat mahasiswa itu sebagai tersangka kasus Makar. Penetapan ini dilakukan setelah 85 mahasiswa Papua diperiksa secara intensif sejak mereka dibawa ke Polresta Manado pada Senin siang, 19 Desember.

“Akhirnya, empat orang ditetapkan sebagai tersangka karena melanggar Pasal 106 KUHP,” ucap Kasat Reskrim Polresta Manado, Kompol Edwin JA Humokor, Kamis, 22 Desember.

Edwin mengatakan, empat mahasiswa Papua itu telah ditahan dan selanjutnya akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Kapolresta Manado, Kombes Pol Hisar Siallagan, membenarkan telah ada penetapan tersangka dari 85 mahasiswa yang menggelar aksi damai pada Senin, 19 Desember lalu. Dia menyayangkan para mahasiswa melakukan aksi seperti itu.

“Pemerintah sedang disibukkan dengan aksi 212 di Jakarta. Mereka malah melakukan aksi di sini. Semua peluang yang tidak sesuai dengan kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) kita proses,” katanya.

Sementara itu Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Manado, Hendra Baramuli, yang mendampingi para mahasiswa Papua itu mengatakan, akan mengambil langkah selanjutnya menyusul adanya penetapan tersangka itu.

“Kita masih kaji untuk langkah selanjutnya,” katanya.

SUMBER: Suarapapua.com

Kristianto Galuwo
Sigidad. Duda berputri satu-satunya bernama Sigi. Sering sial seperti Donal Bebek, karena itu dirajahi tato Donal Bebek di lengan kanan sebagai segel anti sial. Suka sekali makan ayam bakar/goreng/santan apalagi yang dibumbui sejumput puisi. Bisa disapa di facebook: Kristianto Galuwo dan diterawang di blog Getah Semesta.
http://sigidad.blogspot.co.id/

Leave a Reply

15 − 4 =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top