AJI, PFI, KJI, dan IJTI Boikot Lomba Foto dan Video Puspen TNI

Ilustrasi. (Sumber foto: www.acehterkini.com)
Ilustrasi. (Sumber foto: www.acehterkini.com)

DeGorontalo –  Aliansi Jurnalis Independen (AJI)Pewarta Foto Indonesia (PFI), Kamerawan Jurnalis Indonesia (KJI), dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), menyeru pemboikotan lomba foto dan video yang diadakan Puspen TNI dalam rangka menyambut HUT ke-71 TNI.

Sikap itu diambil sebab proses penanganan kasus penganiayaan sejumlah jurnalis di Medan oleh prajurit TNI AU, saat melakukan peliputan bentrokan warga Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Senin 15 Agustus, hingga kini masih terkesan lambat.

Bahkan pihak POM TNI AU yang menerima laporan para jurnalis korban penganiayaan dan pelecehan, terkesan tidak serius menangani kasus yang diadvokasi oleh Tim Advokasi Pers Sumatera Utara ini.

“Sebagai bentuk solidaritas kepada sesama rekan jurnalis yang menjadi korban penganiayaan dan pelecehan yang dilakukan oleh prajurit TNI AU, maka Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Medan menyatakan memboikot lomba foto dan video yang diadakan oleh Puspen TNI,” kata Ketua AJI Medan, Agoez Perdana, kemarin.

Dia menambahkan, sebelum pihak TNI AU serius menangani kasus penganiayaan dan pelecehan terhadap sejumlah jurnalis, pihaknya mengimbau kepada seluruh anggota AJI untuk tidak meliput atau mengikuti kegiatan apapun yang dilakukan oleh TNI.

“Kami ingin menyampaikan ke Puspen TNI bahwa jurnalis tidak bisa dibeli walau dengan embel-embel lomba foto dan video berhadiah. Bagi kami yang terpenting adalah penanganan kasus ini untuk dapat segera dituntaskan dan pelakunya diseret ke peradilan militer serta komandannya juga harus bertanggungjawab,” kata Agoez.

AJI Indonesia sendiri menyatakan seruannya kepada seluruh anggota AJI untuk tidak berpartisipasi mengikuti lomba foto dan video tersebut.

“Seruan ini sebagai bentuk solidaritas atas para wartawan yang menjadi korban tindak kekerasan anggota TNI Angkatan Udara di Pangkalan Udara Soewondo saat bertugas meliput unjukrasa warga Sarirejo di Medan. AJI mendesak, TNI secara terbuka melakukan pengusutan dan membawa para pelaku kekerasan ke ranah pengadilan,” kata Ketua AJI Indo, Suwarjono

PFI-Medan dan IJTI juga menyatakan sikap yang sama menolak berpartisipasi mengikuti lomba foto dan video tersebut. PFI dan IJTI meminta agar oknum TNI AU yang melakukan tindak kekerasan terhadap wartawan di Medan ditangkap dan diproses hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Indonesia.

Sedangkan dari KJI mengimbau kepada seluruh pengurus KJI di Indonesia, agar menolak berpartisipasi mengikuti lomba foto dan video dengan tema “Bersama Rakyat TNI Kuat, Hebat dan Profesional”.

“Sikap KJI ini bentuk solidaritas atas tindak kekerasan yang dilakukan oknum-oknum TNI AU Lanud Medan terhadap rekan seprofesi kami, Array Argus (Tribun Medan) dan Andry Safrin (MNC TV), yang sedang melakukan peliputan aksi unjuk rasa,” kata Ketua KJI, Andi Riccardi.

Diketahui Array dan Andry menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Sejati, Kota Medan. Andry mengalami luka serius pada dada dan perut hingga mendapat bantuan pernapasan dengan oksigen. Selain itu tulang rusuk dan leher Andry juga patah.

Kristianto Galuwo
Sigidad. Duda berputri satu-satunya bernama Sigi. Sering sial seperti Donal Bebek, karena itu dirajahi tato Donal Bebek di lengan kanan sebagai segel anti sial. Suka sekali makan ayam bakar/goreng/santan apalagi yang dibumbui sejumput puisi. Bisa disapa di facebook: Kristianto Galuwo dan diterawang di blog Getah Semesta.
http://sigidad.blogspot.co.id/

Leave a Reply

1 × 1 =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top