Aksi Heroik Ka Asi Dkk Selamatkan Paus Orca Patut Diapresiasi

 

Aksi berani Ka Asi, nelayan Gorontalo menyelamatkan Paus pembunuh yang terjerat pukat (Courtesy video Yunus Besi)

 

DeGorontalo – Masih pukul enam pagi, telepon genggam milik Ansar Rahman berdering. Dia terkejut. Anak buahnya melaporkan jika seekor paus tiba-tiba masuk dalam jaring pukat yang baru saja mereka tebar, di perairan Teluk Tomini, sekitar 15 mil dari pesisir pantai Desa nelayan Inengo, Kabila Bone, Bone Bolango Gorontalo.

“Jangan dibunuh, jangan dibunuh, lepaskan saja,” Ansar menirukan perkataannya saat berbicara dengan awak kapal ikan “Putra Laut MX” miliknya, pada akhir tahun lalu tersebut.

Tak ada pilihan lain, awak kapal terpaksa merobek jaring pukat itu agar paus yang panjangnya diperkirakan mencapai 15 meter itu dapat keluar.

Alhasil, hampir satu ton ikan pelagis yang sudah berhasil mereka kumpulkan sejak subuh, lepas sia-sia. Mereka pulang dengan tangan kosong. Kerugian operasional hari itu mencapai 4 juta rupiah.

Tapi teristiwa yang terjadi medio 20 November 2016 lalu itu, kini lantas mendadak ramai dibicarakan orang di ranah media sosial. Sebuah video amatir berdurasi 2 menit 49 detik beredar luas dan di facebook dan menjadi viral.

Sekilas isi video yang direkam oleh Yunus Besi, salah satu anak buah kapal itu terkesan sebagai aksi penangkapan paus.

Tapi yang terjadi sebenarnya adalah aksi heroik dua orang anak buah kapal yang berjuang menyelamatkan paus itu dari jerat pukat.

Dalam video itu, terlihat salah seorang di antaranya bahkan menunggangi paus itu. Kemudian perlahan mendorong ikan itu agar keluar dari jaring pukat yang telah dirobek.

BACA JUGA: 

Setelah video itu beredar, baru diketahui umum bahwa ternyata aksi itu cukup berbahaya, karena ikan paus dalam video itu adalah jenis paus Orcinus orca atau lazim dikenal sebagai pembunuh. Ikan ini diketahui sebagai predator dalam rantai makanan di laut yang sanggup membunuh hiu putih yang terkenal ganas sekalipun.

“Saya sendiri tak tahu jika paus itu berbahaya, saat itu yang terpikir adalah bagaimana mengeluarkannya dari pukat, ” ungkap Asrin Towalu, 49, kepada DeGorontalo, baru-baru ini .

Pria yang biasa disapa Ka Asi ini, tidak lain adalah sosok berkaos putih yang menunggangi paus Orca dalam video amatir itu.

Ka Asi mengaku tidak memiliki rasa takut sedikitpun ”Saya orang laut, hidup di laut, mati pun di laut,” katanya memberikan alasan filosofis.

Ka Asi alias Asrin Towalu

Pria yang mengaku sudah melaut sejak usia 9 tahun itu, bahkan mengaku sempat mengelus-ngelus mulut paus pembunuh itu.

Irfan Alim alias Santo ,32, sosok lain yang bertelanjang dada dalam video yang turut bersama Ka Asi mengaku sebenarnya takut bukan main saat melakukan aksi itu.

Menurutnya, tak ada alasan untuk membunuh paus yang menurutnya kerap dipercaya mendatangkan berkah bagi nelayan itu. “ Di mana ada paus, di situ akan berkumpul banyak ikan, dia membawa rejeki di laut ” katanya.

Ka Asih mengaku sebenarnya ada dua ekor paus yang mendekati jaring pukat di kapal ikan itu, seekor masuk jaring, sedangkan lainnya berada di luar jaring. Tapi Santo justru memberikan keterangan lain. Dia melihat total ada tiga ekor. Hanya seekor yang yang masuk jaring dan dua lainnya mengelilingi pukat.

Ansar Rahman, pemilik kapal, mengaku jika mereka sempat berusaha agar video amatir yang direkam dengan kamera handphone itu tidak beredar luas. Mereka kuatir jika aksi itu disalah artikan, terutama oleh pihak berwajib.

“Soalnya pernah ada kapal nelayan yang ditahan Polairud (polisi air dan udara) karena tak sengaja menangkap ikan pari,” katanya. Tapi akhirya video itu tetap terlanjur beredar.

Ansar sendiri percaya bahwa masuknya paus Orca ke dalam jaring pukatnya, mendatangkan berkah tersendiri.

“Buktinya setelah peristiwa itu, tangkapan ikan di kapal itu terus naik, dari 500 kilogram hingga 1 ton sehari,” katanya. Padahal sebelumnya dia sudah berniat hendak menjual kapal ikan berkapasitas 21 GT itu, karena dia sedang kesulitan akibat tangkapan yang kian minim.

“Saya urung menjualnya,”katanya.

Di tempat terpisah, Verrianto Madjowa, Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (DPP ISKINDO), mengatakan selama ini, tidak pernah ada laporan keberadaan Paus Orca di Teluk Tomini.

Video amatir yang beredar itu akhirnya mengkonfirmasi bahwa di Teluk Tomini sebagai jalur migrasi paus Orca.

Katanya, Paus orca termasuk dalam 31 mamalia laut yang telah teridentifikasi di perairan Indonesia. Orca adalah nama dalam bahasa Inggris. Nama dalam bahasa Indonesia, disebut paus pembunuh. Nama lokal paus orca dalam bahasa Gorontalo paupausu.

Dari 31 spesies cetacean ini, terdapat 17 spesies paus, termasuk paus orca.

Agregasi paus orca di Teluk Tomini telah menambah informasi jalur migrasi spesies ini di perairan Indonesia. Adanya paus orca dan hiu paus di Teluk Tomini menunjukkan adanya pasokan bahan makanan di perairan ini.

Sebelumnya, pada 2016, perairan Gorontalo dihebohkan dengan agregasi hiu paus (Rhincodon typus).

Paus Orca baru diketahui berenang dari Molibagu, Bolaang Mongondow Selatan ke Taludaa, Olele sekitar goa jin, ke arah muka kamping sampai ke perairan Kota Gorontalo, Teluk Tomini.

“ Aksi penyelamatan paus orca itu,harus mendapat apresiasi,” katanya.*

 

Syam Terrajana
Lahir dan tinggal di Gorontalo setelah berkelana di berbagai kota. Membagi waktunya untuk menulis, membaca,melukis dan bepergian. Sesekali menyanyi jika suara sedang bagus. Dapat dihubungi di syam.terrajana2@gmail.com.

Leave a Reply

17 + twenty =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top