Banuroja, Indonesia Sesungguhnya

DeGorontalo- Desa itu mirip sebuah halaman buku pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN). Lembaran bergambar aneka rumah ibadah. Berdiri berdampingan. Damai sentosa. Tapi Banuroja bukan halaman buku. Bukan pula  bahan yang harus dihapalkan setengah mampus, saat ujian sekolah tiba. Desa ini benar-benar nyata adanya. Nun di sana. tersembunyi dari ribut-ribut yang

Wahai Ibu Hamil Gorontalo, Membacalah Untuk Generasi Berkualitas

  Oleh: Milastri Muzakkar (Ketua Generasi Literat, Pendiri Perpustaman Limboto) LIMA  belas ibu hamil dengan tenang duduk di kursi panjang, di teras depan Puskesmas Buhu, Tibawa. Wajah mereka tampak kaku, serius, tanpa ekspresi. Rata-rata wanita paru baya, sisanya masih berumuran belasan. Sebagian besar dari mereka datang dari Desa Olobua. Desa yang letaknya di pegunungan.

Hana Hasanah Fadel; Abad Kebangkitan Perempuan Gorontalo?

Oleh. Sahrain Bumulo (Pemerhati Perempuan Gorontalo) RELASI antara perempuan dan laki-laki dalam hal kepemimpinan, bukanlah domain sederhana yang dengan mudah dituntaskan, termasuk dalam ruang terbatas pada opini ini. Problem dalam memilih sosok pemimpin, baik laki-laki maupun perempuan merupakan sesuatu hal yang cukup kompleks untuk dibedah. Bahkan tak dipungkiri perdebatan ini akan

Karikatur Yayat Gokilz : “Tanam Lagi, Tebang Lagi”

    DeGorontalo- Gambar di atas adalah karikatur karya Yayat Gokilz, seorang karikaturis Gorontalo. Judulnya " Tanam Lagi,Tebang Lagi" . Karya ini menyoroti dua sisi gelap terang kebijakan pemerintah daerah. Satu sisi  mengampanyekan pelestarian lingkungan lewat program penanaman pohon (yang kesannya seremonial), sedangkan di satu sisi lain melakukan penebangan pohon dengan  satu alasan yang terkesan klise; demi pembangunan. BACA

Top