You are here
Home > Berita Pilihan Editor > Bagi Bajo, Laut Adalah Ibu

Bagi Bajo, Laut Adalah Ibu

Seorang nelayan dan anak-anak Suku Bajo, di Toro Siaje, Gorontalo (foto: Ivol Paino)
Seorang nelayan dan anak-anak Suku Bajo, di Toro Siaje, Gorontalo (foto: Ivol Paino)

GoBlog – Di tanjung itu, mereka menyebutnya Toro. Awalnya adalah sebuah persinggahan. Siaje, begitu kata mereka. Namun dari persinggahan; perlahan, perlahan, dan perlahan menjadi junjungan hati. Leppa menjadi nostalgia. Keping-keping cerita yang menjadi dongeng pengantar tidur kepada anak-anak mereka. Bahwa nenek moyang kami dahulu berumahkan perahu, barangkali semacam bahtera Nuh.

Layar memang sudah terkembang. Namun hidup mereka ditautkan di sana; di Tanjung Siaje. Pantang bagi mereka surut ke belakang. Karena bilik-bilik telah berdiri. Mereka beranak pinak. Membangun kembali memori sembari menjunjung tradisi dan kearifan warisan nenek moyang. Upacara-upacara digelar. Tak ada yang berani melanggar.

Selanjutnya, simak artikel apik “Balada Bajo di Tanjung Siaje” dari narasiku.com di sini

Kristianto Galuwo

(Visited 228 times, 2 visits today)
Kristianto Galuwo

Sigidad. Duda berputri satu-satunya bernama Sigi. Sering sial seperti Donal Bebek, karena itu dirajahi tato Donal Bebek di lengan kanan sebagai segel anti sial. Suka sekali makan ayam bakar/goreng/santan apalagi yang dibumbui sejumput puisi. Bisa disapa di facebook: Kristianto Galuwo dan diterawang di blog Getah Semesta.

http://sigidad.blogspot.co.id/

Leave a Reply

5 × two =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top