You are here
Home > Berita Pilihan Editor > Begini Cara Menyatakan Sifat Dalam Bahasa Gorontalo

Begini Cara Menyatakan Sifat Dalam Bahasa Gorontalo

Ilustrasi Bahasa Gorontalo
Ilustrasi Bahasa Gorontalo

Degorontalo- Ada beberapa contoh kata sifat Pada bahasa Gorontalo, kata ini digunakan untuk menjelaskan rupa, keadaan, waktu, watak orang/ hewan, benda. Dalam kalimat, kata sifat biasanya berfungsi sebagai predikat, objek, dan penjelas subjek.

Misal kata sifat sebagai kata dasar , tiyo o bele damango ‘dia ada rumah besar’.

Lalu juga ada kata sifat berimbuhan misalnya, taluhe boyito mohuhulo ‘air itu dingin’. Kata dasar huhulo, patu dan masih ada lagi kata lain dapat berdiri sendiri apabila didahului oleh kata sambe ‘terlalu’, odiya ‘begini’.

BACA JUGA :

Contoh : taluhe boyito ma sambe patu ‘air itu terlalu panas’.

Kemudian kata sifat dalam bentuk kata ulang misal pada kata buheto — dudelou buhe – buheto ‘bawaanku dalam keadaan berat’

Dengan morfem hu – atau he- , dengan perubahan vocal akhir kata dasar atau penambahan suku kata. Arti dikandungnya ialah, sesuatu yang lebih dari satu dalam keadaan. Pada kata bentukan terjadi pemanjangan vokal pada suku kedua, dengan kaidah :

Kata dasar yang berakhiran dengan vocal a dan u, kata dasar bertambah wa, contoh : Bata — ka:yini hiba:tawa ‘kain basah-basah’, patu — timongoliyo hipa:tuwa ‘mereka sedang sakit panas’

Kata dasar yang berakhiran dengan vocal o, o berubah menjadi a, contoh : Buheto — dudelo boyito hibu:heta ‘bawaan itu berat-berat’

Kata dasar yang berakhir dengan vokal e dan I, kata dasar bertambah ya, contoh : Langgayi — bendi te:to hila:nggayiya ‘bendi disitu tinggi-tinggi’

 

Sumber. Kamus Gorontalo-Indonesia, Mansoer Pateda

 

WAWAN AKUBA

(Visited 965 times, 3 visits today)
wawan akuba
Mahasiswa dan pecinta, seorang yang telah mencoba melibas semak belukar rinjani tapi tetap tunduk pada keindahannya.
http://wawannakuba.blogspot.com

Leave a Reply

2 × three =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top