Berbanggalah! Indonesia Adalah Negeri 1001 Burung

Udang merah Sulawesi / Dwarf Kingfisher (Ceyx fallax) di salah satu Hutan Gorontalo. (Courtesy. Idham Ali)
Udang merah Sulawesi / Dwarf Kingfisher (Ceyx fallax) di salah satu Hutan Gorontalo. (Courtesy. Idham Ali)

DEGORONTALO- Perhimpunan Burung Liar Indonesia atau Burung Indonesia, sebuah organisasi lingkungan menggelar perayaan hari keberagaman burung yang akan dimeriahkan dengan sejumlah rangkaian kegiatan.

“Indonesia merupakan negara nomor satu, dalam tingkat keberagaman burung ,”ujar Agus Budi Utomo, Direktur Eksekutif Burung Indonesia, di sela-sela acara peresmian kantor burung Indonesia di desa Batu Pasang, Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Kamis (21/8) kemarin .

Di sekujur bumi nusantara ini, katanya, punya koleksi tak kurang dari 1600 jenis burung yang hidup di berbagai bentang alam; laut, sungai,hutan dan pulau-pulau.

Wilayah pulau Sulawesi, Nusa Tenggara dan Maluku, lanjutnya, merupakan tempat yang cukup penting dan unik karena memiliki ratusan jenis burung endemik, yang hanya hidup di ketiga pulau itu.

“ Tapi perlu diketahui juga bahwa ketiga daerah tersebut juga paling terancam tingkat keberagaman burung endemiknya , yaitu ada 123 jenis” kata Agus.

Sejak tahun 2009, Burung Indonesia dengan pihak pemerintah Gorontalo telah berinisiatif mendorong model Pengelolaan Bentang Alam Berkelanjutan, melalui skema restorasi ekosistem yang dimulai pada tahun ini.

Program tersebut tak lain bertujuan untuk melestarikan keanekaragaman hayati,  juga memberikan manfaat terhadap masyarakat sekitar.

Aktivitas yang dilakukan di antaranya ; Mengelola hutan berkelanjutan melalui konsesi restorasi ekosistem pada blok hutan produksi Popayato-Paguat, membangun usaha pemanfaatan hutan dan hasil hutan yang berkelanjutan, mendorong proses perencanaan pembangunan desa yang sinergis dan terpadu, serta mengembangkan pola kemitraan usaha bersama masyarakat melalui Kesepakatan Pelestarian Alam Desa(KPAD).

Selain itu, pihaknya juga ikut meningkatkan kapasitas para pihak dalam mendukung pengelolaan bentang alam yang berkelanjutan di Gorontalo, termasuk Kesatuan Pengelolaan Hutan(KPH) model di Kabupaten Pohuwato dan Kabupaten Boalemo, serta memberi kontribusi terhadap pengembangan usaha Restorasi Ekosistem dan upaya mitigasi serta adaptasi perubahan iklim di Indonesia

Gorontalo yang terletak di bagian utara Pulau Sulawesi merupakan bagian dari kawasan bio geografi Wallacea.

Kawasan ini dikenal  istimewa karena menyimpan kekhasan satwa dan tumbuhan yang merupakan perpaduan jenis-jenis dari kawasan Asia dan Australia.

Maleo senkawor (Macrocephalon maleo), babirusa (babyrussa babyrussa) dan anoa merupakan contoh nyata kekayaan hayati Wallacea yang terdapat di Gorontalo, lebih dari 36 burung dan 10 mamalia endemik Sulawesi ada di Gorontalo.

Sebelumnya pada ,awal 2014 lalu, Dewi Madrim, kepala seksi usaha dan jasa lingkungan dari  direktorat bina rencana pemanfaatan dan usaha kawasan, kementerian kehutanan RI menerangkan, pembangunan Restorasi ekosistem harus mempertahankan fungsi hutan dengan pemantapan status kawasan, konservasi,mengembalikan biodiversity flora dan  fauna serta mengoptimalkan pemanfaatan jasa lingkungan dan jasa kawasan hutan pada areal restorasi ekosistem

Berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan No. SK.5040/MENHUT-VI/BRPUK/2013, tercatat ada enam pulau yang masuk dalam pencadangan alokasi areal restorasi ekosistem.

Keenam pulau itu meliputi Sumatera (1. 437.923 ha), Nusa Tenggara (292.685 ha), Kalimantan (275.657 ha) Sulawesi (446.964 ha), Maluku ( 40.086 ha) dan Papua (201.711 ha). Total luas semuanya mencapai 2.695.026 ha.

“Khusus di Gorontalo Gorontalo, wilayahnya seluas 78.645 ha,” katanya.

 

NOVA DAUD

Leave a Reply

16 − six =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top