Berguru Toleransi pada Binatang

Tampak beberapa hewan di Danau Lomboto, sibuk mencari makan. Foto Debby Mano
Tampak beberapa hewan di Danau Lomboto, sibuk mencari makan. (Foto: Debby Mano)

Jelang Natal kali ini, kita masih disuguhi polemik soal boleh atau tidaknya seorang muslim merayakan dan mengucapkan selamat Natal, pada teman-teman penganut kristiani. Padahal menyoal toleransi antar umat beragama, telah diajarkan di pelajaran sekolah sejak kita duduk di bangku sekolah dasar. Nah, teman kita yang satu ini, Blogger yang mengelola hijaubiru.id akan membagi cerita, bagaimana kita harus memaknai arti kata toleransi. Cekidot!!!

TOLERANSI DAN SIMBIOSIS

Kalau gagal belajar toleransi antar sesama manusia, maka belajarlah dari hewan. Mengapa dari hewan, bukan manusia? Tanya seorang kawan di suatu sudut Yogyakarta kala itu. Toleransi itu sama saja dengan simbiosis, tergantung jenis simbiosisnya.

Manusia itu rumit, kompleks, ribut, rempong, dan lebay. Masalah apa itu toleransi saja bisa dibahas berabad-abad, di segala ruang, hingga menghabiskan paket data ber giga-giga untuk itu.

Agar tak panjang lebar, mari simak saja hubungan batin yang sangat “religius” dari beberapa hewan ini. Setelah membacanya, semoga anda tidak minta kepada Tuhan untuk diciptakan menjadi hewan saja.

Selengkapnya, klik ini

Kristianto Galuwo
Sigidad. Duda berputri satu-satunya bernama Sigi. Sering sial seperti Donal Bebek, karena itu dirajahi tato Donal Bebek di lengan kanan sebagai segel anti sial. Suka sekali makan ayam bakar/goreng/santan apalagi yang dibumbui sejumput puisi. Bisa disapa di facebook: Kristianto Galuwo dan diterawang di blog Getah Semesta.
http://sigidad.blogspot.co.id/

Leave a Reply

16 − thirteen =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top