You are here
Home > Berita Pilihan Editor > Bersahabat, Bergembira di  Festival Anak Gorontalo

Bersahabat, Bergembira di  Festival Anak Gorontalo

anak-anak Gorontalo peserta Festival Anak Gorontalo (DG/Syam Terrajana)

 

DeGorontalo– Tik tok batok kelapa beradu dengan lantai. Berdentam-dentam, seperti sebuah koor. Ada riuh rendah sorak mengiringinya. Minggu pagi (23/7) , gedung Yiladia di kompleks rumah dinas Wali Kota Gorontalo begitu meriah.

Di luar ruangan,belasan bocah berlomba gesit dan cepat. Mereka berjalan di atas Tenggedi atau enggrang dengan menggunakan tali dan batok kelapa. Ada juga yang bermain hadang dengan serunya.

Sedangkan di dalam, ada lebih banyak bocah lagi tengah asyik menggambar dan mewarnai dengan tema permainan tradisional. Ada yang bermain ular tangga nusantara yang mengajarkan kota-kota di Indonesia. Ada juga yang tengah asyik menyusun puzzle tentang tempat-tempat wisata di Gorontalo.

“Baru kali ini ada acara festival anak di Gorontalo yang diinisatifi berbagai komunitas, sangat bermanfaat, tanpa diselipi banyak acara seremoni pemerintahan yang membosankan,” kata Hasrul, salah satu orang tua yang datang jauh-jauh dari Limboto. Tentu saja dia dia mengajak serta Binar, putra kesayangan semata wayangnya.

BACA JUGA :

Begitulah suasana sukacita Festival Anak Gorontalo. Perhelatan ini diinisiatifi oleh puluhan relawan. Umumnya mereka tergabung dalam pelbagai komunitas literasi dan pendidikan. Sebut saja gerakan seribu guru, Akademi Berbagi, Nusa Warna, Perpustaman, Kelas Inspirasi, Komunitas Median dan Forum Indonesia Muda.

Serunya bermain Tenggedi. (DG/Syam Terrajana)

Milan Amrullah, koordinator kegiatan ini bermula dari hasil serangkaian diskusi lintas komunitas literasi berbasis relawan di wilayah itu. Menurutnya, masing-masing komunitas itu punya visi yang sama dengan misi berbeda. Dan kali ini coba dikolaborasikan.

Mengambil momentum hari anak nasional pada 23 Juli ini, katanya, Festival Anak Gorontalo mencoba memperkenalkan arti cinta Indonesia, persahabatan melalui pelbagai permainan tradisional di atas.

“ Setiap hari anak-anak kita dijejali gadget, kali ini mereka punya kesempatan untuk saling kenal, bekerja sama satu sama lain” katanya kepada DeGorontalo.

Uniknya lagi, selain berbasis sukarela, kegiatan ini sepenuhnya mengandalkan donasi crowdfunding untuk pendanaan. Untuk itu, Festival ini menggandeng Carelaig.com, sebuah startup baru karya sekelompok anak muda gorontalo. Berfokus pada kampanye mendukung pelbagai kegiatan sosial.

Sabrina, salah satu tim Carelaig mengatakan startup ini tidak hanya bisa dimanfaatkan menggalang dana, namun dapat dipakai untuk membuka kesempatan menjadi sukarelawan untuk berbagai acara komunitas.

“ Alhamdullah, melalui Carelaig, sedikitnya ada 40 relawan yang mendaftar untuk Festival Anak Gorontalo. Mereka datang dari berbagai latar belakang” katanya.

Selain itu, pihaknya berhasil mengumpulkan peserta yang mendaftar secara online melalui Carelaig sejumlah 250 anak.

“Ke depan, Carelaig lebih banyak membantu kegiatan sosial yang diselenggarakan oleh berbagai komunitas,” katanya. (*)

 

SYAM TERRAJANA

(Visited 145 times, 2 visits today)
Syam Terrajana

Lahir dan tinggal di Gorontalo setelah berkelana di berbagai kota. Membagi waktunya untuk menulis, membaca,melukis dan bepergian. Sesekali menyanyi jika suara sedang bagus. Dapat dihubungi di syam.terrajana2@gmail.com.

Leave a Reply

5 × 2 =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top