You are here
Home > Berita Pilihan Editor > Bertato dan Merokok, Bukan Itu Persoalan Susi Jadi Menteri Kelautan Dan Perikanan

Bertato dan Merokok, Bukan Itu Persoalan Susi Jadi Menteri Kelautan Dan Perikanan

DEGORONTALO – Susi Pudjiastuti, bos maskapai penerbangan Susi Air menyedot perhatian publik setelah presiden RI Joko Widodo memercayakan sosok yang dikenal nyentrik itu menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan pada kabinetnya.

Bertato dan merokok. Setidaknya dua hal itu yang menjadikan dirinya menjadi bulan-bulanan publik melalui berbagai saluran media. Tapi ada juga pihak yang menyoroti hal lain.(baca: Satu Orang Gorontalo Jadi Menteri di Kabinet Kerja Jokowi-JK)

“Susi Air, pemiliknya jadi menteri. Persoalannya bukan soal merokok atau tidak, pakai tatto atau tidak. Jgn berdebat disoal tsb. Tapi apa dia ahli soal perikanan atau kelautan? Bagimana pak M.Riza Damanik?” begitu celoteh Haris Azhar, aktivis HAM, koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) melalui akun facebooknya, Selasa pagi (28/10).

Dia mencolek Riza Damanik, Ketua Dewan Pembina Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia.

Status itu mendapat tanggapan dari berbagai pihak. Siktus Harson, misalnya mengatakan “setahu saya Ibu Susi membeli pesawat pada awalnya untuk mengangkut ikan, supaya cepat sampai ke konsumen. Jadi dia lebih lama di bisnis ikan daripada bisnis penerbangan”

Tanggapan lainnya datang dari aktivis lingkungan asal Gorontalo, Rahman Dako “Sy pernah ke Simeulue, di daerah yg terpencil, usaha lobster ibu Susi mendapat apresiasi yg cukup baik dan terterima oleh sebagian besar masyarakat nelayan disana. Selain krn profesional, menguntungkan bagi sebagian besar nelayan sekitar dan ramah lingkungan.” tulisnya.

Salma Indria Rahman, facebooker lainnya menanggapi “Di Sumatra dia terkenal krn pesawat perintis di kawasan tetpencil. Aplgi Sumut terkenal dg angin bahorok yng gak smua pilot lokal mau terbang ksana makanya cuma pilot bule ‘gila’ yng mau. Aplgi saat bencana dia rela menghentikan bisnisnya tuk bantu menembus lokasi bencana tuk bawa bantuan, tmsk pilotin sendiri. Cuma jurnalis disana yng menganggap dia pahlawan bencana krn kesigapan dan ketulusannya tanpa dibayar.”

Sebelumnya, Ketua Dewan Pembina Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia Riza Damanik memertanyakan alasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, yang dulu sempat dijabat sesaat oleh mantan gubernur Gorontalo, Fadel Muhamad .

Riza memberi catatan mengenai rekam jejak Susi semasa ia menjadi pengusaha. Dalam surat terbuka yang ia tujukan ke Jokowi, Susi dituding masih berhutang Rp 34 Miliar dari Bank Indonesia dan disebut tak transparan dalam mengelola bantuan bagi korban tsunami di Pangandaran beberapa waktu silam.

Tak cukup sampai di situ, kehidupan pribadi Susi pun juga diungkit. Susi disebut bersuamikan warga negara Jerman. Suaminya yang orang asing dinilai membahayakan rahasia negara.

“Surat saya kan bentuknya klarifikasi. Saya kirimkan ke Pak Jokowi agar di klarifikasi. Karena Pak Jokowi kan membuka kesempatan publik memberi penilaian terhadap calon pembantunya,” kata Riza sebagaimana dikutip dari GATRAnews, Senin (27/10) lalu.

Menurut Riza, seorang menteri kelautan dan perikanan harus mampu membangun industri kelautan bukan hanya lewat pengalamannya tetapi juga lewat rekam jejak yang bersih.

“Kita sadar betul tantangan di kelautan dan perikanan ini teramat besar. Maka, tidak cukup memiliki pengalaman luas, tapi juga rekam jejak yang bersih. Karena pengalaman 10 tahun sebelumnya pembangunan kelautan terseok seok lebih karena beban personal sang menteri ketimbang tantangan lapangan,” lanjut Riza.

*foto. Susi Pudjiastuti, saat meghadiri pengumuman menteri kabinet kerja Jokowi (beritasatu.com)
SYAM TERRAJANA

Syam Terrajana
Lahir dan tinggal di Gorontalo setelah berkelana di berbagai kota. Membagi waktunya untuk menulis, membaca,melukis dan bepergian. Sesekali menyanyi jika suara sedang bagus. Dapat dihubungi di syam.terrajana2@gmail.com.

Leave a Reply

three × 1 =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top