“BEYOND NATURE”: Pameran Tunggal Fotografi Karya Riden Baruadi

Galeri Riden Baruadi. Foto: Panitia
Galeri Riden Baruadi. Foto: Panitia

DeGorontalo – Riden Baruadi, fotografer senior kebanggaan Gorontalo menggelar pameran tunggal fotografi bertajuk “BEYOND NATURE”. Pameran itu digelar di Riden Baruadi Galeri miliknya, di Jalan Raja Eyato, nomor 24, Limba B, Kota Selatan, Kota Gorontalo. Pameran dibuka sejak Senin, 21 November, sampai Rabu, 30 November 2016.

Ini adalah pameran fotografi pertama di Gorontalo yang menggunakan pendekatan kuratorial. Artinya setiap karya yang dipamerkan, sebelumnya dipilih melalui proses seleksi yang ketat, serta dikupas dan diapresiasi dalam sudut pandang seni rupa.

Panitia galeri membentuk tim kurator yang terdiri dari dosen dan periset seni rupa di Universitas Negeri Gorontalo, Seriyoga Parta. Dia juga dikenal aktif menjadi kurator untuk pameran seni rupa bertaraf nasional dan internasional. Selanjutnya ada Syam Terrajana, yang berprofesi sebagai jurnalis dan dikenal pula sebagai perupa Gorontalo.

Seriyoga Parta mengungkapkan, tidak mudah untuk memilah dan memilih karya Riden Baruadi yang akan dipamerkan. Sebagai sosok yang telah mengarungi “samudra” fotografi kurang lebih 36 tahun, Riden Baruadi telah mencapai puncak-puncak estetika dalam fotografi dengan tema yang cukup beragam.

“Namun akhirnya kami memilih karya-karya beliau yang mengandung unsur alam dan manusia. Semua karya yang dipilih berlatar belakang obyek Gorontalo,” katanya.

Salah satu pengujung sedang menikmati foto-foto Riden Baruadi. Foto: Panitia
Salah satu pengujung sedang menikmati foto-foto Riden Baruadi. Foto: Panitia

Ada sekitar 41 karya foto yang ditampilkan dalam pameran tunggal ini, yang dipotret Riden Baruadi pada rentang 1990-an hingga dekade 2000. Pengunjung dapat menikmati berbagai bentang alam, manusia, pemandangan hingga satwa di Gorontalo dalam pameran ini.

Tim kurator membingkai pameran ini dengan tema “BEYOND NATURE” artinya sesuatu yang berada di balik alam. Pemilihan tema ini cukup beralasan, mengingat karya yang ditampilkan sangat kaya dengan komposisi warna, yang menjadi ciri khas Riden Baruadi.

Syam Terrajana mengatakan, Riden berhasil menangkap, meramu dan menuangkan beragam warna yang disediakan alam Gorontalo menjadi karya fotografi yang istimewa.

“Sebagai provinsi yang dikenal hanya memiliki dua musim; panas dan panas sekali, saya kira akan banyak yang tidak percaya kalau semua karya foto itu berlatar belakang Gorontalo,” katanya.

Riden Baruadi (ketiga dari kiri) berfoto bersama pengujung dan salah satu karya fotonya "Bendi". Foto: Panitia
Riden Baruadi (ketiga dari kiri) berfoto bersama pengujung dan salah satu karya fotonya “Bendi”. Foto: Panitia

Kurator juga sengaja memamerkan salah satu karya Riden Baruadi yang memiliki nilai historis tinggi, yakni foto Bendi yang tengah melintas dengan latar belakang barisan pohon kelapa. Di kalangan aktivis pembentukan provinsi Gorontalo, pada tahun 2000 silam, foto yang berlokasi di Marisa, Kabupaten Pohuwato itu, sangat akrab karena dijadikan sebagai sampul proposal untuk menghimpun dana pembentukan provinsi Gorontalo.

Riden Baruadi juga pernah melelang belasan karya fotonya, untuk pendanaan pembentukan provinsi Gorontalo.

Teater Peneti dan MC Agus Lahinta saat pembukaan pameran. Foto: Panitia
Teater Peneti dan MC Agus Lahinta saat pembukaan pameran. Foto: Panitia

Mohuyula (Gotong-royong)

Arnold R. Ahmad, mewakili pihak galeri mengatakan, sebagian besar pihak yang bekerja keras untuk mewujudkan pameran ini bersifat relawan.

Dengan semangat sukarela itu, pameran foto tunggal karya Riden Baruadi ini, boleh dibilang disajikan dengan format lengkap. Buku katalog pameran yang berisi ulasan karya dan biografi Riden Baruadi dihadirkan dalam dua bahasa; Indonesia dan Inggris.

Buku katalog didesain oleh Anang Suryana Musa, perupa muda Gorontalo yang baru saja pameran di Australia. Prosa karya Jamil Massa juga ikut tampil. Penyair Gorontalo yang baru saja meluncurkan buku kumpulan puisi tunggal “Sayembara Tebu” ini merespon beberapa karya fotografi Riden Baruadi, dan menuangkannya dalam bentuk prosa.

Abdi Gunawan Djafar, aktivis literasi yang kerap mengampanyekan penggunaan bahasa Gorontalo di dunia maya, turut andil menerjemahkan biografi dan perjalanan karir Riden Baruadi karya Syam Terrajana, ke dalam bahasa Gorontalo.

Tiga turis asing mengunjungi pameran. Foto: Panitia
Tiga turis asing mengunjungi pameran. Foto: Panitia

Sementara itu, Suprapty Abdullah, seorang penggemar kartun manga mengambil peran menerjemahkan semua teks dalam katalog ke bahasa Inggris bersama Ishak Sambayang.

“Selain itu ada banyak individu dengan sukarela dan tak kenal lelah bekerja mewujudkan pameran ini,” katanya.

Selama pameran, nantinya juga akan diwarnai berbagai kegiatan, seperti diskusi, pementasan musik akustik, baca puisi serta sketsa bareng perupa Gorontalo.

Riden Baruadi mengucapkan terima kasih atas semua pihak yang telah membantu terlaksananya pameran “BEYOND NATURE”.

“Semangat mohuyula dalam pameran ini luar biasa. Terima kasih, odu olo,” katanya.

Dia berharap pameran ini dapat memantik karya-karya kreatif putra dan putri Gorontalo. Galeri Riden Baruadi mulai aktif sejak 2015 silam, dan terbuka untuk menampung semua karya-karya kreatif.

Untuk melihat beberapa karya foto Riden Baruadi dan suasana pameran silakan klik di sini Riden Baruadi Galeri

Kristianto Galuwo
Sigidad. Duda berputri satu-satunya bernama Sigi. Sering sial seperti Donal Bebek, karena itu dirajahi tato Donal Bebek di lengan kanan sebagai segel anti sial. Suka sekali makan ayam bakar/goreng/santan apalagi yang dibumbui sejumput puisi. Bisa disapa di facebook: Kristianto Galuwo dan diterawang di blog Getah Semesta.
http://sigidad.blogspot.co.id/

Leave a Reply

12 − 7 =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top