You are here
Home > Berita Pilihan Editor > Bukit Kasih Sebagai Simbol Keberagaman

Bukit Kasih Sebagai Simbol Keberagaman

Bukit Kash di Manado (sumber: www.youtube.com)
Bukit Kash di Manado (sumber: www.youtube.com)

Jika kamu tinggal di provinsi Sulawesi Utara, tentu pernah mendengar tempat wisata rohani yang bernama Bukit Kasih. Bukit ini terletak di 50 km arah selatan kota Manado, tepatnya di kabupaten Minahasa, Desa Kanonang. Daerah ini juga memiliki hawa yang cukup sejuk karena berada di ketinggian pegunungan.

Saya pernah mengunjunginya 11 tahun lalu, saat itu saya mungkin masih berumur 9 tahun, berhubung ibu keturunan Minahasa saya sering liburan ke provinsi di paling utara Indonesia ini. Singkat cerita kami sekeluarga berwisata ke Bukit Kasih ini.

Sampai disana kami disambut ribuan anak tangga menuju ke atas, saya dan saudara-saudara saya cukup antusias menaikinya, kami menghitung kira-kira ada 300 lebih anak tangga disana cukup melelahkan memang. Di sepanjang tangga naik, kami disuguhi gambar-gambar berbentuk lukisan yang terpasang di dinding batu yang bercerita tentang derita Kristus ketika di salib.

Sulawesi Utara memang masyarakatnya mayoritas penganut Kristen, jadi ini bukan pemandangan aneh buat kami. Saat tiba di puncak bukit kami melihat penampakan yang tidak biasa, sebuah bangunan dengan atap yang terdapat menara dan ada simbol bulan dan bintang. Ya, itu adalah Masjid! Namun ketika kami hampiri hanyalah replika saja.

Tidak jauh dari Masjid “replika” ini ada sebuah bangunan kedua yang memiliki semacam gapura di pelataran masuknya dengan ukiran-ukiran unik dan patung-patungnya. Tak salah lagi, ini adalah sebuah Pura! Ini juga hanya replika. Kami terus berjalan dan melihat hampir semua rumah ibadah dari agama-agama di Indonesia.

Meski ini hanyalah replika tetapi makna yang ingin di tunjukkan adalah jelas. Semua agama berdampingan seperti yang terdapat di Bukit Kasih ini. Pemandu yang mendampingi kami juga menginginkan bila suatu saat keberagaman di Indonesia boleh berjalan beriringan.

Seperti namanya Bukit Kasih, itulah yang harus kita terapkan pada sesama kita, Kasih. Hanya kasih yang bisa menghentikan kebencian, peperangan, juga permusuhan. Kasih lah yang mempersatukan kita, kasihilah sesamamu tanpa syarat.

Sore harinya kami pulang, cukup lelah menuruni kembali 300an anak tangga yang cukup curam dari atas bukit. Namun makna persatuan yang saya pribadi tangkap jauh mengalahkan rasa lelah ini. Benar-benar pengalaman yang berharga terima kasih Bukit Kasih.

Oleh: Denny Steven Yohanes

SUMBER: CNN INDONESIA

Kristianto Galuwo
Sigidad. Duda berputri satu-satunya bernama Sigi. Sering sial seperti Donal Bebek, karena itu dirajahi tato Donal Bebek di lengan kanan sebagai segel anti sial. Suka sekali makan ayam bakar/goreng/santan apalagi yang dibumbui sejumput puisi. Bisa disapa di facebook: Kristianto Galuwo dan diterawang di blog Getah Semesta.
http://sigidad.blogspot.co.id/

Leave a Reply

4 × three =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top