Cak Gareng Lanjutkan Perjalanannya Keliling Indonesia

Cak Gareng Jalan Kaki Keliling Indonesia, Lawan Stigmatisasi ODHA
Cak Gareng Jalan Kaki Keliling Indonesia, Lawan Stigmatisasi ODHA

DeGorontalo – Setelah beberapa pekan rehat guna pemulihan kesehatan di Jakarta, rencananya Cak Gareng kembali melanjutkan perjalanannya keliling Indonesia. Ia melakukan perjalanan itu untuk mengampanyekan pencegahan penularan HIV, serta mengurangi stigma dan diskriminasi masyarakat terhadap HIV-AIDS.

BACA JUGA:

Cak Gareng Jalan Kaki Keliling Indonesia, Lawan Stigmatisasi ODHA

Cak Gareng, sebelumnya melakukan perjalanan yang diawali pada November 2015. Ia bertolak dari kantor YPI Jakarta. Ia telah berjalan kaki seorang diri lebih dari 3.000 km menyusuri kota Bandung, Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Sidoarjo, Banyuwangi, Denpasar, Makassar, Kendari, Ambon, Sorong, Jayapura, Ternate, Manado dan Gorontalo hingga Juli 2016. Ia terpaksa kembali ke Jakarta untuk pemulihan kesehatan.

“Pada akhir agustus nanti, saya akan terbang kembali ke Gorontalo, kemudian akan melanjutkan jalan kaki menuju Palu,” katanya, Sabtu 27 Agustus.

Setelah dari Palu, ia berencana melanjutkan perjalanan ke Tanjungselor, Bontang, Samarinda, Balikpapan, Banjarmasin, Palangkaraya, Pangkalanbun, Sanggau, Pontianak, Tanjung Pinang, Batam, Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Jambi, Palembang, Pangkalpinang, Bandar Lampung, Cilegon, dan Tangerang.

“Diperkirakan saya akan tiba kembali di Jakarta pada akhir tahun 2017,” katanya.

Sepanjang perjalanan, pria bernama lengkap Wijianto itu, telah menyampaikan diskusi edukatif dan inspiratif seputar HIV-AIDS kepada sekitar 3.000 mahasiswa di 27 kampus dan sekolah, 10.000 orang masyarakat umum, serta diskusi dengan pimpinan daerah, seperti bupati, walikota, wakil gubernur, kepala dinas kesehatan, kepala dinas sosial, dan DPRD.

Terkait masalah dan kebijakan HIV-AIDS, Cak Gareng terus memompa semangat sekitar 2.000 orang yang terinfeksi HIV, agar tegar menjalani kehidupan dan mengingatkan untuk selalu minum obat antiretroviral (ARV).

“Orang dengan HIV punya semangat hidup dan tekad yang kuat. Saya langkahkan kaki, sebarkan pesan peduli AIDS di sepanjang jalan se-Indonesia”, katanya semangat.

wawan akuba
Mahasiswa dan pecinta, seorang yang telah mencoba melibas semak belukar rinjani tapi tetap tunduk pada keindahannya.
http://wawannakuba.blogspot.com

Leave a Reply

three − 2 =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top