You are here
Home > Gorontalopedia > Budaya

Bahasa Gorontalo lebih gampang dari Bahasa Inggris

DeGorontalo - Siapa bilang bahasa Gorontalo itu susah dipelajari?. Mohammad Reza, pemuda Batudaa dan dosen komunikasi di Universitas Negeri Gorontalo (UNG) memberikan contoh yang baik. Mari kita simak bagaimana bahasa Gorontalo hanya perlu satu kata, menggantikan kalimat dan ungkapan dalam bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Konten yang mendadak viral ini dikutip dari

Sukardi Harun, Politisi Gorontalo Tiga Zaman

Oleh:Susanto Polamolo* ( Peneliti HAM, Konstitusi dan Sejarah Ketatanegaraan) “Jadikan ibadah sebagai karyamu Dan karyamu sebagai ibadahmu” (Sukardi Harun) Ini sebuah pertemuan yang tak direncanakan sebelumnya. Saya akhirnya berjumpa dengan salah satu politisi legendaris Sulawesi Utara, Sukardi Harun. Seorang putra asli Gorontalo, pada pertengahan tahun 2016 lalu. Ketika itu saya sedang melakukan riset di wilayah Sulawesi

Kelompok Kalimalam Rayakan Seni Rupa di Masjid Telaga

    DeGorontalo -  Masjid bukan sekedar tempat ritual beribadah yang bagi umat muslim. Tapi juga tempat menemukan dan merenungkan keindahan . Untuk alasan itulah, ketiga kalinya komunitas seni kaligrafi Gorontalo “Kalimalam” menghelat pameran kaligrafi di masjid. Kali ini, pilihan jatuh di pelataran Masjid Besar Ar-Rahman, kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Pameran yang

Ikan Jawa, Kuah Bugis hingga Filosofi Rica Nenek Saya

Oleh. Rio Ismail* Orang Gorontalo, aktivis lingkungan dan gender    TILAPIA  mossambica ---Indonesia disebut mujair--- adalah ikan asal benua Afrika. Tidak diketahui pasti bagaimana ikan ini ada di perairan Teluk Serang, Banten, sampai akhirnya ditemukan oleh Moejair pada 1936. Laporan media online Historia.id menyebutkan, ikan ini berkembang dengan cepat dan bisa beradaptasi

Menuangkan (Rupa) Gorontalo di Atas Kertas

DeGorontalo – Setiap tanah diinjak- langit yang dijunjung, punya rupa sendiri-sendiri. Khas, terkadang sama atau berbeda satu sama lain. Hal inilah yang kiranya ditangkap oleh Pipin Idris dan Fandhy Rais. Mereka adalah perupa lintas generasi di Gorontalo. Kali ini, kedua tokoh yang merupakan anggota kelompok Perupa Gorontalo itu, akan menuangkan garis, warna

Top