You are here
Home > Gorontalopedia > Jalan-jalan

Pulau Malenge dan Keceriaan Anak-Anak (Catatan Perjalanan 5)

Setelah makan siang, kami pamit kepada Mama Isran dan Papa Isran, dan anggota keluarga lainnya. Juga kepada si kecil Ipong. Siang itu, Sabtu 20 Mei 2017, kami meninggalkan Pulau Papan, diantar Papa Dede. Kami menuju Desa Malenge dengan perahu mesinnya. Hanya sekitar puluhan menit, kami sudah sampai di bibir rumah Mama

Bertukar Kisah dengan Orang Pesisir (Catatan Perjalanan 4)

Sebelum azan Magrib berkumandang di surau, kami mulai sibuk menyetel proyektor dan layar. Program kami di Pulau Malenge terdiri dari dua desa dampingan, masing-masing Desa Malenge yang kami singgahi pertama kali tiba di Pulau Malenge, dan Desa Kadoda yang salah satu dusunnya ialah Pulau Papan yang kami tinggali saat ini. Kampanye

Pulau Papan nan Menawan (Catatan Perjalanan 3)

Di pondok rumah yang dibangun di atas permukaan laut itu, kami menikmati suguhan kopi dan pisang goreng. Resort Lestari dengan pantai berpasir putih di seberang, memupus tatap. Menjelang sore hari setelah berbincang dengan tuan rumah, kami diajak ke kamar yang telah disediakan. Kami melepas lelah perjalanan dengan dengkur. Semalaman kami tidur

Sebongkah Berlian di Kepulauan Togean (Catatan Perjalanan 1)

Ini tanah airmu, di sini kita bukan turis … Teman saya, Rival Dako a.k.a Pepen, menyuruh saya memunggunginya. Kemudian ia memotret tulisan di kaus saya itu. Sebait sajak dari Wiji Thukul. Selasa malam, 16 Mei 2017, kami berada di atas buritan kapal feri di pelabuhan Gorontalo, yang hendak menuju pelabuhan Wakai, Kabupaten

Top