You are here
Home > Gorontalopedia > Budaya (Page 2)

Kelompok Kalimalam Rayakan Seni Rupa di Masjid Telaga

    DeGorontalo -  Masjid bukan sekedar tempat ritual beribadah yang bagi umat muslim. Tapi juga tempat menemukan dan merenungkan keindahan . Untuk alasan itulah, ketiga kalinya komunitas seni kaligrafi Gorontalo “Kalimalam” menghelat pameran kaligrafi di masjid. Kali ini, pilihan jatuh di pelataran Masjid Besar Ar-Rahman, kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Pameran yang

Ikan Jawa, Kuah Bugis hingga Filosofi Rica Nenek Saya

Oleh. Rio Ismail* Orang Gorontalo, aktivis lingkungan dan gender    TILAPIA  mossambica ---Indonesia disebut mujair--- adalah ikan asal benua Afrika. Tidak diketahui pasti bagaimana ikan ini ada di perairan Teluk Serang, Banten, sampai akhirnya ditemukan oleh Moejair pada 1936. Laporan media online Historia.id menyebutkan, ikan ini berkembang dengan cepat dan bisa beradaptasi

Menuangkan (Rupa) Gorontalo di Atas Kertas

DeGorontalo – Setiap tanah diinjak- langit yang dijunjung, punya rupa sendiri-sendiri. Khas, terkadang sama atau berbeda satu sama lain. Hal inilah yang kiranya ditangkap oleh Pipin Idris dan Fandhy Rais. Mereka adalah perupa lintas generasi di Gorontalo. Kali ini, kedua tokoh yang merupakan anggota kelompok Perupa Gorontalo itu, akan menuangkan garis, warna

Bom Ikan, Jangan Salahkan Terus Suku Bajo!

DeGorontalo - Kamis pagi, 9 November 2017. Tiga lelaki turun melaut di perairan Teluk Tomini, sekitar kampung Torosiaje, Kabupaten Pohuwato. Cuaca cerah. Tapi beberapa saat kemudian, sekitar pukul 10.00 waktu setempat, malapetaka datang. Itu ketika bom ikan yang hendak dilemparkan ke laut oleh Herpis,30, keburu meledak di tangannya. Tangannya putus sampai

Pahangga, “Pemanis” Kebudayaan Gorontalo Mulai Terancam

  DeGorontalo - Pribumi setempat menyebutnya sebagai “Pahangga” atau gula aren. Bumi Gorontalo memang kaya dengan pohon enau, penghasil pemanis ini. “Ada belasan, kalau tidak puluhan jenis kuliner Gorontalo yang menggunakan Pahangga,” ujar Amanda Katili Niode, ketua Yayasan Omar Niode Foundation (ONF). Lembaga ini dikenal getol mengampanyekan kuliner tradisional Gorontalo, mulai tingkat

Top