You are here
Home > Lingkungan > Agraria

Pahangga, “Pemanis” Kebudayaan Gorontalo Mulai Terancam

  DeGorontalo - Pribumi setempat menyebutnya sebagai “Pahangga” atau gula aren. Bumi Gorontalo memang kaya dengan pohon enau, penghasil pemanis ini. “Ada belasan, kalau tidak puluhan jenis kuliner Gorontalo yang menggunakan Pahangga,” ujar Amanda Katili Niode, ketua Yayasan Omar Niode Foundation (ONF). Lembaga ini dikenal getol mengampanyekan kuliner tradisional Gorontalo, mulai tingkat

Rohingya- Papua: Semut di Seberang Lautan & Gajah di ujung Hidung

Oleh. Christopel Paino (Jurnalis, tukang jalan-jalan)  SEORANG kawan menyebut nama saya dalam kolom komentar di Facebooknya terkait dengan krisis kemanusiaan yang terjadi di Rohingya. Tentu saja sama seperti anda, rasa kemanusiaan langsung tergelitik ketika mendengar peristiwa yang terjadi di Arakan-Rakhine, Myanmar, yang dihuni etnis Rohingya. Jauh sebelum peristiwa Rohingya muncul, saya sudah membaca buku

Kopi Daulu, Arabika dari Tanah Bantaeng

DeGorontalo - Di Sulawesi Selatan, selain Toraja, Kalosi, dan Gowa yang sudah lebih dulu dikenal produk kopinya, ada Kabupaten Bantaeng yang mulai fokus mengolah tanaman kopi. Salah satu produk kopi yang mulai dikenal yaitu Kopi Daulu. Adam Kurniawan, selaku Direktur Balang Institute, salah satu organisasi nonpemerintah yang turut mendampingi petani kopi

Polahi, Orang Pelarian Zaman Kolonial, Penjaga Hutan Gorontalo

  DeGorontalo - Gugusan gunung dan hutan di Gorontalo di pulau Sulawesi, tidak hanya menyimpan kekayaan ekologis kawasan Wallacea dan pencipta banyak satwa endemik. Tapi juga menjadi saksi sejarah komunitas Polahi; kelompok orang kampung yang melarikan diri ke dalam hutan, Demi menghindari pajak yang diberlakukan kamar dagang Belanda (VOC) pada abad

Top