You are here
Home > Lingkungan > Agraria

Ikan Jawa, Kuah Bugis hingga Filosofi Rica Nenek Saya

Oleh. Rio Ismail* Orang Gorontalo, aktivis lingkungan dan gender    TILAPIA  mossambica ---Indonesia disebut mujair--- adalah ikan asal benua Afrika. Tidak diketahui pasti bagaimana ikan ini ada di perairan Teluk Serang, Banten, sampai akhirnya ditemukan oleh Moejair pada 1936. Laporan media online Historia.id menyebutkan, ikan ini berkembang dengan cepat dan bisa beradaptasi

Pahangga, “Pemanis” Kebudayaan Gorontalo Mulai Terancam

  DeGorontalo - Pribumi setempat menyebutnya sebagai “Pahangga” atau gula aren. Bumi Gorontalo memang kaya dengan pohon enau, penghasil pemanis ini. “Ada belasan, kalau tidak puluhan jenis kuliner Gorontalo yang menggunakan Pahangga,” ujar Amanda Katili Niode, ketua Yayasan Omar Niode Foundation (ONF). Lembaga ini dikenal getol mengampanyekan kuliner tradisional Gorontalo, mulai tingkat

Rohingya- Papua: Semut di Seberang Lautan & Gajah di ujung Hidung

Oleh. Christopel Paino (Jurnalis, tukang jalan-jalan)  SEORANG kawan menyebut nama saya dalam kolom komentar di Facebooknya terkait dengan krisis kemanusiaan yang terjadi di Rohingya. Tentu saja sama seperti anda, rasa kemanusiaan langsung tergelitik ketika mendengar peristiwa yang terjadi di Arakan-Rakhine, Myanmar, yang dihuni etnis Rohingya. Jauh sebelum peristiwa Rohingya muncul, saya sudah membaca buku

Kopi Daulu, Arabika dari Tanah Bantaeng

DeGorontalo - Di Sulawesi Selatan, selain Toraja, Kalosi, dan Gowa yang sudah lebih dulu dikenal produk kopinya, ada Kabupaten Bantaeng yang mulai fokus mengolah tanaman kopi. Salah satu produk kopi yang mulai dikenal yaitu Kopi Daulu. Adam Kurniawan, selaku Direktur Balang Institute, salah satu organisasi nonpemerintah yang turut mendampingi petani kopi

Top