You are here
Home > Mantra > Opini (Page 2)

Saudara kita Fahri Hamzah; yang (pantas) dipuja dan dicela

Susanto Polamolo (Penulis. Peneliti. Penyuka Film India) KPK oh KPK, kita tengah menyaksikan bagaimana lembaga ini hendak ditebas, atau, jika kata itu tidak tepat, mungkin istilah “amputasi” cocok (dan lagi sebanding kemudian dengan kata “intimidasi asing” yang digunakan Fahri Hamzah untuk mencibir KPK). Para politisi di Senayan, melalui Komisi III, yang kemudian

Gus Dur, Munir, dan Dandhy Dwi Laksono

“Orang yang masih terganggu dengan hinaan dan pujian manusia, dia masih hamba yang amatiran.” Kalimat yang diucapkan Gus Dur dan sering dijadikan mantra oleh anak-anak ideologisnya ini, adalah analogi yang cocok untuk disematkan kepada orang-orang yang mengaku pejuang demokrasi, terlebih mereka yang punya kuasa, namun anti kritik, merasa namanya tercemar oleh

Rohingya- Papua: Semut di Seberang Lautan & Gajah di ujung Hidung

Oleh. Christopel Paino (Jurnalis, tukang jalan-jalan)  SEORANG kawan menyebut nama saya dalam kolom komentar di Facebooknya terkait dengan krisis kemanusiaan yang terjadi di Rohingya. Tentu saja sama seperti anda, rasa kemanusiaan langsung tergelitik ketika mendengar peristiwa yang terjadi di Arakan-Rakhine, Myanmar, yang dihuni etnis Rohingya. Jauh sebelum peristiwa Rohingya muncul, saya sudah membaca buku

Istirahatlah Kata-Kata

Tidurlah kata-kata Kita bangkit nanti ... Pada akhirnya, penyair itu tertidur selamanya, dalam ruang kosong sejarah yang gelap. Sosok yang raib itu, Wiji Thukul, mencoba hadir kembali lewat seorang Gunawan Marwanto, aktor teater kawakan sekaligus sastrawan. Meskipun Gunawan berucap, “Saya hanya memerankan Wiji Thukul, tapi tidak bisa menjadi dia: dia hanya terlahir

Top