Istirahatlah Kata-Kata

Tidurlah kata-kata Kita bangkit nanti ... Pada akhirnya, penyair itu tertidur selamanya, dalam ruang kosong sejarah yang gelap. Sosok yang raib itu, Wiji Thukul, mencoba hadir kembali lewat seorang Gunawan Marwanto, aktor teater kawakan sekaligus sastrawan. Meskipun Gunawan berucap, “Saya hanya memerankan Wiji Thukul, tapi tidak bisa menjadi dia: dia hanya terlahir

Neruda: Warna Pastel di Tubuh Politik yang Buruk

GoBlog! - Penyair adalah satu jenis manusia yang rentan jadi senewen. Pemicunya banyak, mulai dari kritik yang kejamnya tak tertahankan, pembaca yang seleranya memuakkan, sampai kurangnya bahan, ide, atau material-material bendawi pendukung kerja-kerja kreatif sang penyair. Ia bisa senewen karena tak lagi punya stok kopi, miras, narkoba, kertas bahkan tinta.

Resensi Buku: Sang Pengoceh

Oleh Tyo Mokoagow Di kafe kumuh dengan kursi-kursi usang di Avenida Espaňa itu, seorang pemuda tampak marah bak komet yang siap menjilat bumi jadi abu. Dengan mata nyalang dan nada suara melengking tajam Saúl Zuratas berceloteh tentang linguis-linguis sembari menyerapahi mereka. Dia umbar kebusukan mereka yang atas nama modernitas melibas tradisi-tradisi

Top