Pak…

Cerpen oleh Elias (Bergiat di Persma Merah Maron, Universitas Negeri Gorontalo) Sore, matahari perlahan bergeser ke ufuk barat. Cahayanya mendekap sekumpulan awan hingga berubah warna menjadi tembaga. Jumat itu, kakiku menginjak di tanah yang belum kukenal. Sebuah desa yang dikelilingi lahan persawahan. Tampak di beberapa petak masih meninggalkan bebatang padi, pertanda panen

Tiga Puisi Usman Dunda

HUJAN DAN AIR MATA Setelah lama tak bertemu senyum itu masih sama di bibirmu. Bibir yang tak pernah lagi berucap di telingaku saat pagi Suara lembutmu kini begitu ceria sungguh hanggat nan mempesona Hujan di balik dinding kaca berseru hembuskan sesak penuh rindu Di sana kau bercanda dengan lelakimu di sini hanya teh manis bersamaku Jarak kita hanya beberapa langkah saja tapi

Kawan Karib Udara

GoBlog - Tak kurang dari tiga puluh bulan lalu, kau adalah makhluk mungil ringkih dengan jari-jari sayap yang belum sempurna. Pemangsa kecil dengan pikiran yang terlampau semenjana. Berbagai ide, aturan dan keharusan didesakkan di dalam kepalamu, disurukkan di balik bulu-bulumu yang sebagian berwarna awan, dan sebagian berawarna tembaga. Selengkapnya baca di Kawan Karib

Serangan Fajar (Cerpen)

Oleh Irwan Bempah (Dosen di Universitas Negeri Gorontalo) Bagi aku sebagai rakyat biasa, janji-janji politik yang terpampang di baliho itu sudah tidak asing lagi. Setiap lima tahun, tulisan seperti itu selalu ada, selalu sama, mengumbar janji untuk sebuah maksud mulia. Mengubah nasib suatu kaum papa menjadi lebih baik. Tidak ada yang

Perajut Jala dan Bayang-bayang

GoBlog - Aku adalah bayang-bayang yang menemanimu di beranda. Setiap pagi hingga senja. Bayang-bayang yang menemanimu memperbaiki jala milik para tetangga. Mungkin waktu adalah sehelai selaput tipis, sehingga merajut jala bukan lagi pekerjaan yang sanggup mereka lakukan sendiri. Atau mungkin mereka hanya kasihan melihatmu yang selalu membutuhkan pekerjaan demi menghidupi

Top