Catat! “Situs Leato” Bisa Jadi Cagar Budaya Bawah Laut Pertama di Indonesia

DeGorontalo - Banyak wilayah perairan Indonesia jadi saksi bisu, sengitnya pertempuran Perang Pasifik. Ini terjadi  kurun  1942-1945 silam. Salah satunya, bisa dijumpai di kedalaman air dekat pesisir Kelurahan Leato, Kota Gorontalo. Di dasar laut sedalam 54 meter, sebuah kapal sepanjang 52 meter terbenam kesepian dimakan karat. Posisinya terbalik. Lambung depannya pecah.

Garam Zonk di Gorontalo, “Perang So Dekat”

DeGorontalo - Kelangkaan garam secara nasional mencapai puncaknya di Gorontalo. Sepekan terakhir, pedagang di pasar tradisional mulai kehabisan persediaan. Bahkan ada yang kehabisan sama sekali. "Sudah beberapa hari ini tak ada lagi garam yang bisa dijual, kosong, zonk," kata Yudin Abdullah,43, pedagang rempah rempah di Pasar Sentral. Pasar tradisional terbesar di Provinsi

Kucing Mati dan Perihal Lain yang Nyaris Terjadi

GoBlog - NYARIS menabrak kucing dan benar-benar menabrak kucing adalah dua hal berbeda. Yang pertama adalah kejadian biasa. Hampir semua pengendara—bermotor maupun tidak—pernah mengalami. Memang belum ada catatan statistik yang pasti. Namun, kita barangkali bisa bersepakat, nyaris menabrak kucing adalah kasus umum yang kurang menyenangkan. Keumuman dan kekurangmenyenangkannya hanya bisa ditandingi

Pengumuman Peserta Lolos Klinik Menulis (De)Gorontalo

Kami tak menyangka. Klinik Menulis (De)Gorontalo ternyata punya banyak peminat. Hanya beberapa jam saja setelah disebar, 30 ribu orang antri mendaftar. Kursi terisi penuh. Astaga. Sedianya, kami hanya menyediakan jatah bagi 20 peserta saja. Tapi apa daya. Cinta kasih kami kambuh seketika. Terlebih setelah mendengarkan rengekan membahana dari peserta yang benar-benar

Bersahabat, Bergembira di  Festival Anak Gorontalo

  DeGorontalo- Tik tok batok kelapa beradu dengan lantai. Berdentam-dentam, seperti sebuah koor. Ada riuh rendah sorak mengiringinya. Minggu pagi (23/7) , gedung Yiladia di kompleks rumah dinas Wali Kota Gorontalo begitu meriah. Di luar ruangan,belasan bocah berlomba gesit dan cepat. Mereka berjalan di atas Tenggedi atau enggrang dengan menggunakan tali dan

Top