Janji Politik, Senjata yang Semoga Tak Makan Tuan

Oleh Holy Adib (Wartawan, tinggal di Padang) Janji adalah salah satu instrumen penting bagi politik di negeri ini. Menjelang Pemilu, janji-janji politik bertebaran di seantero negeri. Pengalaman mengajarkan kita (masyarakat) untuk tidak percaya lagi kepada janji para calon pemimpin karena janji mereka serupa bualan, yang oleh itu kita sebut sebagai janji

Mengatasi Hoax di Era Gempuran Informasi

Oleh Mulyadi Pontororing (freelance journalist) LAPORAN seorang pemilik akun Facebook terkait pencemaran nama baik lewat fanpage Facebook Direktorat Kriminal Umum Polda Sulut, MANGUNI TEAM123 Reskrimum/Tetengkoren Berguna, baru-baru ini, menjadi perbincangan hangat netizen di Manado. Isinya kurang lebih soal laporan tudingan pencurian telepon genggam, laptop dan dompet yang diletakkan di dalam mobil. Postingan itu hingga

Kalo Ada Praktik Pungli di Gorontalo, Lapor Di Sini Sob!

  DeGorontalo- Pusat Studi Kebijakan dan Anti Korupsi (PUKAT) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) meluncurkan aplikasi Cegah Pungli, bertepatan dengan Hari Pahlawan, Kamis ( 10/11) . Aplikasi Cegah Pungli ini bisa diunduh di Play Store. Aplikasi ini bekerjasama dengan Gorontalo Informatika yang juga dosen dan praktisi UNG, Arbyn Dungga dan Salahudin Olii. Aplikasi ini

Pernyataan Sikap Koalisi Pembela Keberagaman: Rektor UNG, Hentikan Diskriminasi Terhadap Mahasiswa LGBT

    DeGorontalo - Gorontalo, 4 November 2016, Koalisi Pembela Keberagaman, gabungan sekitar 17 organisasi mengeluarkan pernyataan bersama, mengecam tindakan rektor Unversitas Negeri Gorontalo (UNG), Syamsu Qamar Badu, yang sebelumnya akan mendata mahasiswa LGBT dan akan membinanya untuk “kembali ke kodratnya”. Berikut kutipan lengkapnya... Sikap diskriminatif terhadap kalangan Lesbian, Gay, Biseks dan Transgender (LGBT) kembali

Bagaimana Status Kewarganegaraan Akibat Perkawinan dengan WNA?

DeGorontalo - Mari simak penjelasan soal status kewarganegaraan akibat perkawinan dengan WNA. Pertanyaan: Untuk pernikahan campuran, apakah masing-masing pihak bisa tetap dengan kewarganegaraannya masing-masing ataukah harus memilih salah satu warga negara? Jika seorang wanita WNI menikah dengan pria WNA dan mereka memutuskan untuk menetap di Indonesia, apakah pria WNA harus mengubah kewarganegaraannya menjadi

Top