You are here
Home > Sekitar Kita > Sindikasi

Climate Reality Indonesia Ajak Tonton Sekuel Al Gore

DeGorontalo - The Climate Reality Project Indonesia dan para mitranya, bekerja sama dengan Paramount Pictures mengadakan pemutaran perdana film An Inconvenient Sequel: Truth to Power di Epicentrum XXI, Jakarta, Senin (21/8/2017). Tujuan pemutaran film tersebut guna mendorong momentum Kesepakatan Paris 2015 yang bersejarah untuk memerangi perubahan iklim. An Inconvenient Sequel: Truth to

Jalan Lain ke Rumah

GoBlog! - “Apa pendapatmu tentang kematian?” “Saya tak bisa berpendapat. Intinya itu kehidupan manusia fana!” “Tapi secara spesifik bagaimana?” “Seandainya imanmu tak goyah...!!!” Potongan dialog pembuka percakapan ini semacam teman perjalanan pulang antara Aku dan Natalia suatu petang. Selengkapnya baca di sini Jalan Lain ke Rumah  

Febriana Firdaus Terima Penghargaan Jurnalistik ‘Oktovianus Pogau’

DeGorontalo - Kemarin, 31 Januari 2017, tepat setahun kepergian Oktovianus Pogau. Dia adalah jurnalis muda asal Papua yang dikenal berani. Lahir di Sugapa, pada 5 Agustus 1992 dan meninggal 31 Januari 2016 di Jayapura, Okto begitu ia akrab disapa adalah salah satu perintis portal berita SuaraPapua.com yang sempat diblokir pemerintah

Masyarakat Dogiyai Gelar Aksi Damai Menolak Sweeping Aparat Gabungan

DeGorontalo – Masyarakat kabupaten Dogiyai menggelar aksi damai, Senin, (16/1/2016), untuk mempertanyakan sweeping yang dilakukan oleh aparat keamanan di Moanemani, Dogiyai, Papua. Hal itu dikatakan ketua tim Peduli Dogiyai Aman (PDA), Benny Goo. Dia menganggap sweeping aparat keamanan tersebut sudah melampaui batas dan mengakibatkan warga Dogiyai khawatir saat membawa pisau, parang,

Besok, 1.500 Masyarakat Marind Akan Segel Kantor DPRD Merauke

DeGorontalo - Besok, Senin, 9 Januari 2017, rencananya 1.500 masyarakat Marind akan melakukan aksi demonstrasi di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke. Aksi itu dilakukan setelah tidak ada respon dari dewan maupun pemerintah, terkait penyelesaian ganti rugi tanah yang belum dilakukan sampai sekarang. Tokoh masyarakat Marind, Hendrikus Hengky Ndiken, dalam

Top