You are here
Home > Gorontalopedia > Nikmati Pemandangan Bahari dari Jembatan Mabuk, Ponelo

Nikmati Pemandangan Bahari dari Jembatan Mabuk, Ponelo

Jembatan Bayalo yang berdiri di antara kawasan mangrove di Desa Ponelo, Kecamatan Ponelo Kepulauan (DeGorontalo/Rivol Paino).
Jembatan Bayalo yang berdiri di antara kawasan mangrove di Desa Ponelo, Kecamatan Ponelo Kepulauan (DeGorontalo/Rivol Paino).

DEGORONTALO-Jembatan yang kini dalam proses sedang dikerjakan dengan panjang 100 meter di Desa Ponelo, Kecamatan Ponelo Kepulauan,  bisa menjadi tempat Ekowisata yang menawarkan pemandangan maritim yang indah.

Berdiri di antara kawasan mangrove, jembatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat setempat terutama nelayan jika hendak turun melaut.(Baca: Yuk, Kenali Obyek Wisata Gratis di Seputaran Kota Gorontalo)

Emus Buheli masyarakat setempat, Senin (13/10) mengatakan, nelayan tak harus menunggu air laut pasang lalu turun melaut, karena jika air surut datang tanah di sekitar mangrove yang berlumpur membuat susah para nelayan.

“Dengan jembatan ini kapan saja kami mencari ikan, tak harus menunggu air laut pasang, cukup berjalan di atas jembatan. Perahunya bisa di parkir di ujung jembatan atau berada di tempat air yang masih tinggi” ujar Emus.

Jembatan Bayalo’ warga setempat biasa menyebutnya, namun sering diplesetkan menjadi ‘Jembatan Mabo’ (mabuk-red) karena jembatan ini sering menjadi tempat orang mabuk-mabukan.

“Tapi kalau sore so datang, biasa torang jaga ba foto selfie di Jembatan Bayalo, lumayan jadi picture Black Berry Mesengger” ujar Megista Lamandara gadis Desa Ponelo.

Berdasarkan papan proyek, jembatan tersebut merupakan program Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gorontalo Utara, yang dikerjakan oleh CV. Karya Medika dengan waktu pelaksanaan 150 hari, serta anggaran mencapai enam ratusan juta rupiah, dan menurut warga sekitar jembatan tersebut akan direncanakan sepanjang 120 meter.

Sigit Katili yang juga warga Desa Ponelo, mengatakan warga biasanya sore hari menggunakan Jembatan Bayalo sebagai tempat untuk memancing dan menurutnya nelayan juga tak jauh lagi pergi melaut kerena hutan bakaunya masih terjaga, ikannya masih banyak.

“Seharusnya Jembatan Bayalo menjadi pintu wisata, siapa tahu ada yang ingin mengetahui tentang mangrove atau menjadi tempat penelitian bagaimana warga menjaga mangrove” kata Sigit.

Pulau Ponelo di teluk Kwandang, Gorontalo Utara, bisa ditempuh dengan menyewa perahu 5000 rupiah perorang, dari pelabuhan Kwandang. Hanya dibutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk mencapainya.

RIVOL PAINO

(Visited 716 times, 6 visits today)

One thought on “Nikmati Pemandangan Bahari dari Jembatan Mabuk, Ponelo

Leave a Reply

eighteen − 14 =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top