You are here
Home > Sekitar Kita > Ekonomi & Bisnis > Di Simpang Lima Telaga, Pedagang Durian Tak Lewatkan Malam Wakuncar

Di Simpang Lima Telaga, Pedagang Durian Tak Lewatkan Malam Wakuncar

Seorang gadis bujuk kekasihnya minta dibelikan durian, di simpang lima Telaga(DeGorontalo/Rivol Paino)
Seorang gadis bujuk kekasihnya minta dibelikan durian, di simpang lima Telaga(DeGorontalo/Rivol Paino)

DEGORONTALO-Simpang lima Telaga, Perbatasan antara Kabupaten Gorontalo dan Kota Gorontalo menjadi perjumpaan pedagang buah durian dari berbagai daerah di luar Gorontalo, mulai dari pedagang Poso Sulawesi Tengah, Bolaang Mongondow dan Gorontalo.

Saripudin pedagang durian yang jauh datang dari Poso, Jumat (25/4)  mengatakan, minat makan durian orang Gorontalo luar biasa, si pembeli setelah membawa durian lima buah selang 20 menit kemudian dia datang membeli lagi.

“Pembeli datang lagi, katanya tagantong, saya coba cari tau apa itu tagantong untung ada kawan sesama pedagang dari Gorontalo, dan Bolaang Mongondow yang kasih tau bahwa tagantong rasa tidak puas” tutur Saripudin dengan dialek Poso.

Di Poso, Saripudin membeli langsung durian dari pohonnya seharga, Rp 4.000 sampai Rp 8.000 per biji, tergantung ukurannya.

Sedangkan perjalanan ke Gorontalo ditempuh selama dua hari, tiba di Gorontalo dijual seharga Rp 25.000 dua buah, Rp 15.000 dua buah, Rp 10.000 perbuah, bahkan sampai Rp 50,000 untuk ukuran besar.

“Kadang kalau lagi sepi, saya bisa mendapatkan Rp 300,000 dalam sehari” Ujar Saripudin lebih lanjut.

Hal ini dibenarkan Zul pedagang dari Bolaang Mongondow, dia dan pedagang buah lainnya sering bergantian menjual.

“Tapi kami tak lewatkan jadwal waktu kunjung pacar (Wakuncar), malam kamis dan malam minggu bagi muda-mudi di Gorontalo yang datang membeli durian, di sinilah keuntungan kami dibandingkan dengan hari-hari lain.” tutur Dula, Pedagang Gorontalo.

 

RIVOL PAINO

(Visited 98 times, 2 visits today)

Leave a Reply

6 + three =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.