Festival Pesona Bunaken 2016 Dikunjungi Ribuan Wisatawan

Penampilan Irama Bogani, salah satu peserta lomba musik bambu asal Bolmong. (Sigidad)
Penampilan Irama Bogani di Mantos, salah satu peserta lomba musik bambu asal Bolmong. (Sigidad)

DeGorontalo — Wisatawan domestik maupun mancanegara mulai berdatangan ke kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), sejak dibukanya Festival Pesona Bunaken 2016, Senin 25 Juli, pukul 11 siang.

Disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sulut, Happy Korah, selaku ketua umum panitia, festival kali ini rencananya berlangsung selama lima hari, sejak Senin 25 Juli sampai Jumat 29 Juli.

“Festival ini diikuti seluruh daerah kabupaten di Provinsi Sulut,” sampainya.

Lokasi festival dipusatkan di tiga tempat, yakni kawasan Mega Mas, Manado Town Square (Mantos), dan pulau Bunaken.

Hadir pada acara pembukaan di panggung utama kawasan Mega Mas, Wakil Gubernur Provinsi Sulut, Steven Kandouw, mengatakan festival kali ini bertujuan sebagai magnet pariwisata di Sulut.

“Sudah sekitar empat ribuan lebih wisatawan baik domestik dan mancanegara yang datang, tercatat sejak 4 Juli. Khususnya turis-turis asal Tiongkok dan Hongkong, sebab kami membuka penerbangan langsung dari Tiongkok ke Manado, juga Hongkong ke Manado,” sampainya, Senin 25 Juli. Steven resmi membuka acara festival, mewakili Gubernur Olly Dondokambey.

Bandara internasional Sam Ratulangi juga dibuka pelayanannya selama 1 x 24 jam. Sektor-sektor pelayanan dan keamanan disiagakan. Steven juga memberi peringatan keras, bagi jasa-jasa perhotelan yang sengaja menaikkan tarif hotel.

“Itu akan ditindak tegas,” katanya.

Berbagai macam acara dihelat

Usai pembukaan Festival Pesona Bunaken 2016, Senin 25 Juli, berbagai acara lomba mulai dilaksanakan. Ketua umum panitia, Happy Korah, mengatakan selama lima hari sejak dibuka dengan resmi akan ada berbagai macam acara.

“Untuk hari pertama, diadakan lomba memancing dan perahu hias, tepat di samping panggung utama kawasan Mega Mas. Pada acara pembukaan, malam harinya diramaikan pula oleh penampilan band Ungu,” katanya.

Sedangkan untuk hari kedua, Selasa 26 Juli, dilangsungkan pemilihan Putra dan Putri Bunaken di Pulau Bunaken. Untuk pagelaran musik bambu dan kolintang, berlangsung di Manado Town Square (Mantos).

Happy menambahkan banyaknya ivent yang digelar membuat festival kali ini berbeda.

“Sebenarnya di tahun-tahun sebelumnya sudah pernah diadakan festival yang sama. Namun kali ini, lebih banyak lagi konten acaranya. Seperti hari ini ada lomba musik bambu. Selain itu akan ada lomba foto underwater, juga akan digelar pameran foto, dan lomba tarian Maengket. Pada acara puncak akan ada karnaval budaya,” katanya, Selasa 26 Juli.

Pada lomba musik bambu, yang diikuti seluruh kabupaten se-Sulut, para pengunjung terpukau dengan penampilan musik bambu dari Bolaang Mongondow (Bolmong), Irama Bogani yang membawakan lagu daerah Ki Bata’.

Objek pariwisata di Sulut mulai dibenahi

Mengenai konservasi ekosistem bawah laut di Pulau Bunaken, Happy menjelaskan masih banyak kekurangan yang perlu dibenahi. Dari persoalan kebersihan dan bagaimana masyarakat dilibatkan untuk menjaga kebersihan.

“Tentunya masih banyak yang akan dibenahi dan bagaimana peran masyarakat sekitar untuk terus menjaga kebersihan lingkungan di sana,” jelasnya.

Di Sulut sendiri, ada sekitar 161 objek pariwisata. Semuanya terus dibenahi agar arus wisatawan baik domestik dan mancanegara, tertarik dan datang berkunjung ke Sulut,” katanya

Rangkaian kegiatan Festival Pesona Bunaken 2016, rencananya akan ditutup oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya.

Kristianto Galuwo
Sigidad. Duda berputri satu-satunya bernama Sigi. Sering sial seperti Donal Bebek, karena itu dirajahi tato Donal Bebek di lengan kanan sebagai segel anti sial. Suka sekali makan ayam bakar/goreng/santan apalagi yang dibumbui sejumput puisi. Bisa disapa di facebook: Kristianto Galuwo dan diterawang di blog Getah Semesta.
http://sigidad.blogspot.co.id/

Leave a Reply

18 + fifteen =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top