You are here
Home > Berita Pilihan Editor > Filosofi Tiliaya, Agar Puasamu Lebih Khusyuk

Filosofi Tiliaya, Agar Puasamu Lebih Khusyuk

DEGORONTALO – “Rasanya kurang lengkap jika bersahur tanpa Tiliaya,” demikian ungkap Yerni Kasim, warga di Kabila, Bone Bolango. Setiap kali sahur, ibu satu anak ini selalu menyediakan makanan yang sekilas mirip agar-agar ini.

Tiliaya adalah kuliner khas Gorontalo. Terbuat dari telur ayam, gula aren dan santan kental yang diaduk hingga rata. Rasanya sangat lembut dan manis.

“Tiliaya cukup ampuh untuk menahan lapar dan haus selama hampir 14 jam berpuasa, karena kandungan karbohidrat dan proteinnya cukup baik,” katanya.

Meski identik dengan menu sahur, namun tak jarang juga Tiliaya dipilih menjadi menu buka puasa. Uniknya lagi, menu khas ini tidak jual umum sebagaimana kue-kue dan penganan takjil.

“Selain sebagai menu sahur, Tiliaya juga identik disajikan pada upacara-upacara adat, atau upacara keagamaan lainnya, seperti doa arwah, ” kata Shafwan Ali, salah satu tokoh agama Gorontalo.

Di samping itu, sebagian warga di Gorontalo juga lebih suka membuat sendiri Tiliaya, karena bahan dan cara membuatnya cenderung lebih mudah.

Menurutnya, Tiliaya merupakan bentuk kepatuhan warga muslim di Gorontalo terhadap agama Islam.“Orang berpuasa dianjurkan untuk menjaga asupan gizi demi kesehatannya, kandungan gizi dalam Tiliaya memungkinkan setiap orang berpuasa untuk lebih khusyuk beribadah,” katanya menjelaskan filosofi Tiliaya.

Tiliaya (http://www.seleranusantara.co.id/)

 

SYAM TERRAJANA

(Visited 372 times, 3 visits today)
Syam Terrajana

Lahir dan tinggal di Gorontalo setelah berkelana di berbagai kota. Membagi waktunya untuk menulis, membaca,melukis dan bepergian. Sesekali menyanyi jika suara sedang bagus. Dapat dihubungi di syam.terrajana2@gmail.com.

4 thoughts on “Filosofi Tiliaya, Agar Puasamu Lebih Khusyuk

Leave a Reply

one + 14 =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top