You are here
Home > Berita Pilihan Editor > Harga BBM So Turun, Kenapa Harga Bahan Pokok Masih Mahal Uti Wa?

Harga BBM So Turun, Kenapa Harga Bahan Pokok Masih Mahal Uti Wa?

Ilustrasi (DeGorontalo/Syam Terrajana)
Ilustrasi (DeGorontalo/Syam Terrajana)

DEGORONTALO– Harga bahan bakar minyak sudah diturunkan oleh pemerintah sejak awal Januari 2016 lalu. Tapi harga bahan pokok di Gorontalo masih mahal. Sejumlah komoditas justru melonjak harganya.
“Bawang putih dan merah naik sejak tiga minggu yang lalu, sebelum harga BBM diturunkan,” kata Ulan Moha, 33, salah seorang pedagang rempah-rempah di pasar Moodu, Kota Gorontalo, Selasa ( 12/1 .

Bawang merah melonjak dari 28 ribu rupiah menjadi 35-40 ribu rupiah. Begitu juga halnya dengan bawang putih. Bawang dipasok dari beberapa daerah di Sulawesi Tengah, serta dari Gorontalo sendiri. Begitu juga telur ayam, melonjak terus dari 1800 rupiah menjadi 2.000 rupiah perbutir.

“Semuanya tergantung pasokan, tidak ada hubungannya dengan turunnya harga BBM, saat ini sebagian pasokan lagi sulit, karena pengaruh musim,” ujarnya.

 

BACA JUGA

Harga Ikan Di Gorontalo Masih  Disetir Bitung

Harga Cabe Kian Meroket, Masih Pedaskah Dabu-Dabumu?

Sob, Ini Dia Kelebihan Cabe Gorontalo

Dia mencontohkan harga tomat saat ini yang masih terbilang masih tinggi, 14 ribu rupiah perkilo. Pada saat pasokan melimpah ruah, harga tomat di Gorontalo bisa anjlok hingga 2000 rupiah perkilo. Selain rempah-rempah, harga Ikan juga melonjak.

Pada Bulan Desember 2015 Kota Gorontalo mengalami kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 117,99 menjadi 120,22; perubahan ini menyebabkan inflasi sebesar 1,89 persen.
Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo mencatat, Inflasi di Kota Gorontalo terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 7,22 persen.

“Kenaikan harga paling besar terjadi di ikan segar, hal ini dikarenakan adanyan musim angin barat di Teluk Tomini yang menyebabkan penurunan dalam penangkapan ikan,” ujar Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Eko Marsoro.

 

SYAM TERRAJANA

Leave a Reply

11 + eighteen =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top