Inikah Sebab Hilangnya 17 Ekor Hiu Paus Penghuni Botubarani Gorontalo?

Seekor hiupaus tengah mendekati perahu ddi Botubarani, beberapa pekan sebelum menghilang. (DG/Syam Terrajana)
Seekor hiupaus tengah mendekati perahu ddi Botubarani, beberapa pekan sebelum menghilang. (DG/Syam Terrajana)

 

DeGorontalo – Pantai di Desa Botubarani, kecamatan Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo mendadak sepi . Hanya angin laut saja yang riuh memukul daratan. Tak ada lagi kegaduhan pengunjung berdatangan. Puluhan perahu berjejer kosong, parkir di bibir pantai. Belasan warung yang biasanya menjajakan penganan tutup.

Desa di pesisir pantai selatan Gorontalo itu, beberapa bulan lalu mendadak terkenal. Puluhan hingga ratusan orang berdatang setiap hari untuk melihat dari dekat hiu paus (Rhincondon Typus) yang muncul di perairan dekat kampung nelayan itu. Desa itu menjadi obyek wisata baru hiu paus. Jumlah hiu paus itu bertambah dari hari ke hari, hingga mencapai 17 individu.

Banyak nelayan setempat beralih profesi, mereka berhenti melaut dan menyewakan perahu untuk para pengunjung.

“ Sedikitnya ada 91 nelayan yang alih profesi, menyewakan perahunya dan mengandalkan hidup dari pariwisata ini, ini belum lagi jumlah ibu -ibu yang membuka warung dan jasa tukang parkir, ” ujar ketua kelompok sadar wisata Botubarani, Yansur Pakaya DeGorontalo, Senin (15/8).

Kini semua pihak yang bergantung pada pariwisata laut ini kelimpungan. Pasalnya, kawanan satwa laut itu mendadak menghilang sejak Sabtu ( 13/8). tidak diketahui sebabnya.
Warga bahkan sempat menurunkan penyelam hingga ke kedalaman 20 meter untuk mencari hiupaus, tapi nihil. Pengunjung yang terlanjur datang pulang dengan tangan kosong.

Pada sabtu ( 13/8) warga sempat melihat seekor hiu paus memunculkan diri di sekitar desa. Hiu itu sempat bermain main selama kurang lebih lima menit, setelah itu menghilang.
“ Kami berharap hiu paus itu bisa kembali, “ katanya lirih. Sejak desa nelayan itu menjadi obyek wisata baru, tak kurang dari 10 ribu pengunjung telah datang, dari dalam dan luar negeri.

Menghilangnya 17 ekor hiupaus itu mendapat tanggapan dari organisasi Whale Shark Indonesia (WSID).

BACA JUGA : 

Mahardika Rizki Himawan, peneliti WSID mengatakan,pada dasarnya hiupaus adalah jenis ikan yang bermigrasi. Menghilangnya hiu paus di Botubarani perlu dicatat dan dipantau untuk mengetahui pola kemunculannya. Namun dirinya yakin suatu saat ikan raksasa yang telah menghidupi pariwisata dan ekonomi daerah itu akan kembali dengan pola-pola tertentu.

Prediksi lainnya adalah, kawanan hiu paus itu meninggalkan perairan di pesisir desa itu, karena persediaan makanan yang tidak lagi memadai. Mereka lalu bermigrasi, menjelajahi kawasan lain yang memiliki persediaan makanan, berupa ikan kecil dan plankton yang lebih memadai.

Sebulan sebelumnya, hiu paus juga dilaporkan menyambangi perairan pulau Saronde, salah satu obyek wisata di Gorontalo utara. Ketika itu banyak ikan kecil bermunculan dan menarik perhatian satwa jinak itu.

Hal lain yang perlu diperhatikan, lanjutnya, apakah ada cemaran laut atau tidak.

Saat ini di Indonesia, tercatat hanya ada sedikit lokasi hiu paus di Indonesia , yang turut dimanfaatkan jadi daya tarik pariwisata, yakni di Teluk Cendrawasih, Papua ( 37 ekor), Talisayan, Kalimantan Timur ( 30 ekor), Probolinggo, Jawa Timur ( 26 ekor) dan baru muncul di Gorontalo dalam dua bulan terakhir di Gorontalo ( 17 ekor).

Keberadaan hiu paus di Gorontalo menjadi unik, karena lokasinya yang berada di kota Gorontalo . Juga hanya berjarak puluhan meter dari bibir pantai. Ini tidak seperti di wilayah lain yang jaraknya cukup jauh dan membutuhkan biaya mahal. Pemerintah sempat memberlakukan aturan konservasi, seperti larangan menyentuh dan memberi makan hiu paus, namun aturan itu haya berlaku beberapa saat, karena dianggap tidak menguntungkan secara ekonomi.

“ Menghilangnya hiu paus di Gorontalo jadi momentum bagi para pihak untuk lebih menata obyek wisata ini yang tidak hanya ramah lingkungan, juga ramah terhadap hiu paus, “ katanya. **

 

SYAM TERRAJANA

Syam Terrajana
Lahir dan tinggal di Gorontalo setelah berkelana di berbagai kota. Membagi waktunya untuk menulis, membaca,melukis dan bepergian. Sesekali menyanyi jika suara sedang bagus. Tulisan saya lainnya dapat disimak di kawansyam.com. Saya dapat dihubungi di syam.terrajana@gmail.com.

One thought on “Inikah Sebab Hilangnya 17 Ekor Hiu Paus Penghuni Botubarani Gorontalo?

  1. Saya berencana ke Gorontalo utk melihat whale shark. Tiket & hotel sudah di bayar. Sekarang masih belum kelihatan juga ya? Sayang sekalii :(

Leave a Reply

twelve − eleven =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top