Internet Untuk Anak: Smart Mommy, Komunitas Ibu-ibu di Gorontalo (Bag. 2)

Asry sedang memberi arahan bagaimana cara menggunakan internet sehat kepada putranya. (Foto: Koleksi pribadi)
Asry sedang memberi arahan kepada putranya bagaimana cara menggunakan internet sehat. (Foto: Koleksi pribadi)

DeGorontalo – Banyak cara ibu-ibu untuk saling berinteraksi dan bertukar pendapat. Salah satunya dengan berkomunitas. Di Gorontalo, ada sebuah komunitas yang dikhususkan untuk ibu-ibu bernama Smart Mommy.

Adalah Asry Nadjamudin yang berinisiatif untuk mendirikan sebuah lembaga Salampuan akronim dari Sahabat Anak dan Perempuan. Ini adalah lembaga nirlaba dengan tagline “Anak, Perempuan, dan Keluarga”. Lembaga ini kemudian membentuk sebuah komunitas Smart Mommy. Saat ini anggotanya sudah mencapai 33 orang.

“Ini sebagai inisiatif dari Salampuan untuk menggerakkan ibu-ibu. Kita masih fokus pada perhatian ibu kepada anak-anak, terlebih semua ibu-ibu yang tergabung dalam Smart Mommy ini rata-rata bekerja,” katanya saat ditemui belum lama ini.

Sudah beberapa kali Smart Mommy melakukan seminar parenting di kabupaten-kabupaten yang ada di Provinsi Gorontalo. Menurut Asry, saat ini ia sedang mencari sukarelawan di desa-desa yang mau berperan dalam mengajak masyarakat di lingkungannya, untuk peduli akan kondisi anak dan orangtua, terlebih dalam pengasuhan anak.

Dosen pada sebuah perguruan tinggi tersebut mengatakan, cara pengasuhan setiap orangtua itu berbeda. Sebab cara pengasuhan nantinya harus disesuaikan dengan usia dan karakter anak.

“Anak anak di bawah tujuh tahun itu tidak seharunya berinteraksi dengan gadget. Karena anak anak di umur itu masih butuh rangsangan untuk pertumbuhan dan perkembangan,” kata ibu tiga anak ini.

Asry menambahkan jika diperhatikan, anak-anak yang sedari kecil sudah berinteraksi dengan gadget, pasti suka lambat berbicara dan interaksinya dengan orang yang ada di lingkungannya itu kurang.

Menurut Asry lagi, tidak jauh dari tempat tinggal Asry, ada warung internet (warnet). Setiap hari warnet itu penuh dengan anak-anak. Di sana mereka bermain game online hingga larut malam, terlebih jika pada hari libur.

Anak tertua Asry yang sekarang duduk di kelas lima juga sering ke sana. Dengan cara yang tidak mengekang, Asri kemudian menegurnya.

“Saya menegur anak saya dengan komunikasi yang baik. Saya coba memberitahu kepada dia dampak buruk jika terus berada di warnet. Apalagi di internet itu banyak konten pornografi. Saya juga menjelaskan kepadanya apa itu pornografi sejak ia masih kelas empat SD,” terangnya.

Hal yang dialami Asry tidak jauh berbeda dengan yang dialami Novi Rusnarty, salah satu anggota Smart Mommy. Novi juga dosen di sebuah Perguruan Tinggi Negeri di Gorontalo. Di Smart Mommy, mereka saling bertukar pengalaman bagaimana pola-pola pengasuhan anak, khususnya terkait pengawasan terhadap bahaya gadget.

Novi yang dianugerahi dua orang anak ini, mengaku walaupun anaknya tidak mengerti bahasa di perangkat smartphone yang ia gunakan, karena menggunakan bahasa asing, anak-anaknya tetap mahir menggunakan smartphone. Kedua anaknya yang sama-sama masih berusia di bawah 10 tahun, meski sulit untuk dilarang, Novi tetap mencari cara agar mereka akhirnya bisa mengerti.

“Karena mereka tidak bisa dilarang, saya coba mengarahkan,” katanya.

Di rumah, Novi terbilang sedikit longgar dengan anak-anaknya yang ingin menggunakan gadget. Ia juga membelikan anak-anaknya tablet. Tapi yang mengherankan, anak-anak bisa berlama-lama dengan smartphone, sebaliknya jika bermain game di tablet mereka cepat bosan.

“Di tablet ada game mobil-mobilan atau yang memasak. Anak-anak paling lama memainkan itu selama dua jam. Tapi jika di smartphone saya, mereka bisa betah berlama-lama,” jelasnya.

Mengenai akses anak-anak ke youtube, Novi memberi aturan ketat sebab ada tontonan yang tidak seharusnya dikomsumsi anak di youtube. Yang bisa diakses anak perempuannya yang bungsu hanya tutorial dance dan cara memasak untuk anak.

Novi juga membuat perjanjian dengan anak-anaknya. Sebelum bermain ia meminta anak-anaknya untuk berjanji berhenti bermain gadget pada waktu yang telah ditentukan.

“Saya dan anak-anak memang cukup ketat soal janji,” sampainya.

Selain itu, pendidikan agama sejak kecil menurut Novi besar manfaatnya pada anak anak. Karena dengan itu mereka jadi punya landasan. Namun tetap saja menurutya anak-anak harus didampingi dan diberi arahan.

 

Laporan: Wawan Akuba

BACA JUGA:

Internet Untuk Anak: Peran Orangtua Sebagai Pengawas (Bag. 1)

Kristianto Galuwo
Sigidad. Duda berputri satu-satunya bernama Sigi. Sering sial seperti Donal Bebek, karena itu dirajahi tato Donal Bebek di lengan kanan sebagai segel anti sial. Suka sekali makan ayam bakar/goreng/santan apalagi yang dibumbui sejumput puisi. Bisa disapa di facebook: Kristianto Galuwo dan diterawang di blog Getah Semesta.
http://sigidad.blogspot.co.id/

Leave a Reply

two + 18 =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top