You are here
Home > Berita Pilihan Editor > Jangan Tersinggung Jika Orang Gorontalo Memanggilmu Begini

Jangan Tersinggung Jika Orang Gorontalo Memanggilmu Begini

Ilustrasi (@bahasagorontalo)
Ilustrasi (@bahasagorontalo)

Degorontalo- Dalam beraktivitas sehari-hari, kita akan kerap bertemu dengan orang yang punya nama khusus,berupa nama yang biasanya digunakan untuk memanggil atau menyapanya. di Gorontalo, Nama panggilan yang lain dari nama asli ini jauh melampaui batas -batas rasial dalam norma standar. Sekilas, nama pangggilan ini terkesan rasis, tapi tidak sama sekali. Ini cara orang Gorontalo memanggil seseorang yang akrab dengan dirinya.

Kata panggilan ini biasanya diambil berdasarkan warna kulit, fisik yang tinggi atau pendek, besar atau kecilnya badan, kata panggilan karena telah menikah, dan bahkan ada yang berdasarkan keharusan ataupun kesayangan dan kemudian juga berdasarkan berapa banyak mereka bersaudara.

Seperti misal nama panggilan berdasarkan warna kulit, jika pria yang mempunyai warna kulit gelap, pria itu akan dipanggil ‘kaita’, jika mamak yang berkulit putih, akan di panggil ‘maputi, dan jika pria itu berkulit kuning, akan di panggil ‘pakuni.

Dan berdasarkan fisik yang pendek atau tinggi, jika dia pria dan tubuhnya tinggi, maka akan di panggil ‘katinggi’ dan jika bertubuh pendek maka akan disapa ‘kapende’.

Baca Juga :

Kemudian ada juga yang di panggil ‘makiki’, ini untuk mamak itu bertubuh kecil, dan ‘padaa’ untuk bapak yang tubuhnya besar.

Jika telah menikah, untuk suami dipergunakan kata ‘temeyi’ atau ‘teme’ yang diikuti oleh nama kemenakan. Contoh nama kemenakan Dula, makan suami akan mendapat panggilan ‘temeyi’ atau teme Dula, sedangkan istri akan dipanggil ‘tileyi’ atau tile Dula. Sebagai morfem terikat dan dalam bentuk milik maka : temeyi atau teme | tileyi atau tile.

Namun ada juga nama yang berdasarkan keharusan, seperti missal kakak ‘kaka’, ibu ‘ma:ma’, nenek ‘ne:ne’, dan ayah ‘pa:pa’.

Untuk nama kesayangan, panggilan ‘pi:i’ untuk bayi perempuan atau gadis, ‘nou’ untuk gadis, dan ‘u:ti’ untuk bayi laki laki atau jejaka.

Dan terakhir untuk mamak yang merupakan anak kedua dipanggil ‘maduwa’ dan ‘pasatu’ untuk bapak yang pertama.

Pun demikian. Orang-orang yang disapa dengan nama panggilan itu tidak tersinggung atau marah.

Sumber. Kamus Gorontalo-Indonesia, Mansoer Pateda

 

WAWAN AKUBA

(Visited 1,219 times, 15 visits today)
wawan akuba

Mahasiswa dan pecinta, seorang yang telah mencoba melibas semak belukar rinjani tapi tetap tunduk pada keindahannya.

http://wawannakuba.blogspot.com
Top