Kalo Ada Praktik Pungli di Gorontalo, Lapor Di Sini Sob!

 

ilustrasi pungli (okezone.com)
ilustrasi pungli (okezone.com)

DeGorontalo– Pusat Studi Kebijakan dan Anti Korupsi (PUKAT) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) meluncurkan aplikasi Cegah Pungli, bertepatan dengan Hari Pahlawan, Kamis ( 10/11) .

Aplikasi Cegah Pungli ini bisa diunduh di Play Store. Aplikasi ini bekerjasama dengan Gorontalo Informatika yang juga dosen dan praktisi UNG, Arbyn Dungga dan Salahudin Olii.

Aplikasi ini juga dapat diakses melalui situs cegahpungli.ung.ac.id dan cegahpungli.gorontalo.web.id .

Direktur PUKAT UNG, Funco Tanipu mengatakan, inisiatif untuk mengembangkan aplikasi Cegah Pungli ini, berangkat dari keprihatinan maraknya praktik pungli, termasuk di lingkungan universitas.

Pada aplikasi ini, katanya, masyarakat atau mahasiswa dapat melaporkan dugaan dan praktik pungli yang terjadi di sekitarnya.

“Pukat UNG yang akan menindaklanjuti berdasarkan fakta dan bukti yang disertakan dalam pelaporan,” katanya kepada DeGorontalo.

BACA JUGA: 

Untuk memperkuat aplikasi ini, pihaknya akan menggandeng kepolisian, kejaksaan, KPK dan Ombudsman dalam pencegahan serta pemberantasan korupsi termasuk pungli di Gorontalo dan Sulawesi.

Pihaknya sengaja meluncurkan aplikasi ini, bertepatan dengan Hari Pahlawan, 10 November, dengan maksud bahwa setting dan desain kepahlawanan era kekinian mesti sesuai konteks.

“Hari ini tingkat korupsi di Indonesia sangat tinggi, tindakan aktif masyarakat dalam semangat kepahlawanan bisa dalam mencegah dan membasmi itu,” katanya.

Sementara itu, Menristek Dikti, Muhamad Nasir, saat meluncurkan aplikasi tersebut mengatakan, praktik pungli juga telah merebak di lingkungan perguruan tinggi, bahkan korupsi.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mengusut dugaan korupsi terkait pemilihan rektor di sejumlah perguruan tinggi.

Anggota Ombudsman Republik Indonesia (ORI), Ahmad Alamsyah Saragih, mengatakan ORI sudah menerima informasi dari setidaknya tujuh PTN di Sumatera, Jawa, dan Sulawesi, mengenai dugaan suap pemilihan rektor.

Menurut dia, dari informasi itu muncul nama-nama yang sama, yakni petinggi salah satu partai politik serta oknum di Kemristek dan Dikti.

Alamsyah mengatakan, dalam pemilihan di tiga PTN, pemberi informasi mengungkapkan bahwa sudah terjadi penyerahan uang.

“Besarnya bervariasi, antara Rp 1,5 miliar sampai Rp 5 miliar. Hal yang dikhawatirkan adalah jika kemudian ada kelanjutan berupa brokering (percaloan) proyek-proyek di kampus,” katanya, kepada kompas.com, 26 Oktober lalu.**

 

SYAM TERRAJANA

Syam Terrajana
Lahir dan tinggal di Gorontalo setelah berkelana di berbagai kota. Membagi waktunya untuk menulis, membaca,melukis dan bepergian. Sesekali menyanyi jika suara sedang bagus. Dapat dihubungi di syam.terrajana2@gmail.com.

Leave a Reply

one × five =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top