You are here
Home > Lingkungan > Kemarau Panjang Gorontalo; Penjual Es Untung, Petani Buntung

Kemarau Panjang Gorontalo; Penjual Es Untung, Petani Buntung

Irigasi Kering di pesawahan Limboto, Kabupaten Gorontalo (DeGorontalo/Febriandy)
Irigasi Kering di pesawahan Limboto, Kabupaten Gorontalo (DeGorontalo/Febriandy)

DEGORONTALO – Musim kemarau yang melanda Gorontalo dalam beberapa bulan terakhir, turut dirasakan petani yang ada di Kabupaten Gorontalo. Naki Mahmud 61 warga Desa Hungulawa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo salah seorang petani yang merasakan ganasnya musim kemarau.(Baca:Kemarau Panjang di Gorontalo, Warga Ini Antri Air 9 Jam)

Pasalnya, semenjak bulan Juli kemarin, sawah miliknya tidak bisa lagi ditanami padi, bahkan irigasi yang diharapkan, sudah tidak lagi dialiri air akibat bendungan Biongahuludupitango yang dilanda kekeringan.

Jika musim kemarau terus berlanjut, terpaksa dalam tahun ini dirinya hanya bisa menanam satu kali saja.  tanah lahannya sangat kering. Untuk menyambung hidup bersama dengan istertinya, terpaksa ia bekerja di sejumlah proyek bangunan. Itupun jika dipanggil.(Baca: Kipas, Mana Kipas! Gorontalo 35 Derajat Celicius)

“Karena tanah tidak bisa ditanami, saya terpaksa mencari pekerjaan di proyek itupun kalau dipanggil”, kata Naki menceritakan kisahnya kepada degorontalo.co, (11/10).

Ditambahkan Naki, hingga saat ini belum ada Pemerintah Daerah yang datang memberikan solusi dalam menangani kekeringan kali ini.(Lihat juga Foto: Danau Limboto Kering Jadi Lapangan Raksasa)

Pernyataan berbeda justru dikemukakan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo, Sukri Harmain. dihubungi melalui telepon selulernya, dia mengaku hingga saat ini belum ada laporan masuk terkait kekeringan yang melanda sejumlah petani. “sampai dengaan saat ini, belum ada laporan kekeringan,” katanya melalui pesan singkat.

Di sisi lain, kekeringan  yang melanda Gorontalo mendatangkan keuntungan tersendiri buat penjual es kelapa muda yang biasa berjualan disekitar Kampus Universitas Negeri Gorontalo, dalam sehari penjual bisa meraup untuk hingga ratusan ribu rupiah.(baca:Mata Air di Masjid Tertua Gorontalo ini Abadi)

Muli, 55, salah satu pedagang es kelapa muda dirinya bisa meraup keuntungan hingga seratus lima puluh ribu rupiah perharinya.

“Sebelum musim kemarau saya hanya bisa mendapat untung lima puluh ribu rupiah setiap kali menjual”, katanya.

FEBRIANDY

One thought on “Kemarau Panjang Gorontalo; Penjual Es Untung, Petani Buntung

Leave a Reply

eleven + 20 =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top