You are here
Home > Berita Pilihan Editor > Kepala Lapas Kaget, Mendadak Dua Napi Teroris Dipindahkan Ke Gorontalo

Kepala Lapas Kaget, Mendadak Dua Napi Teroris Dipindahkan Ke Gorontalo

 

Ilustrasi (Google)
Ilustrasi (Google)

 

DEGORONTALO – Dua napi teroris dari Palu, Sulawesi Tengah, kini diboyong ke Gorontalo. Keduanya akan dititipkan di dua tempat, masing-masing di lembaga pemasyarakatan kelas II B Boalemo dan Lapas kelas II A Kota Gorontalo. Kedua napi itu masing masing bernama Akbar, anggota Mujahiddin Indonesia Timur ( MIT) yang divonis tujuh tahun penjara. Berikutnya adalah Imran, anggota MIT yang disebut sebagai anak buah Santoso yang divonis penjara 4 tahun.

Keduanya sebelumnya sudah berada di Jakarta dan akan diterbangkan ke Gorontalo pada Kamis ( 12/5) dengan menggunakan pesawat komersil Batik Air. Akbar diinformasikan bakal dititipkan di Lapas Kota Gorontalo , sedangkan Imran akan dititipkan di Lapas Kabupaten Boelamo, sekitar tiga jam perjalanan dari ibukota Gorontalo.

Anehnya, Pihak Lapas mengaku kaget atas hal itu. Kalapas Kota Gorontalo, Fernando Kloer mengaku sebelumnya tidak ada pemberitahuan dari pihak manapun terkait pemindahan napi teroris itu.

“Saya justru baru tahu dari polisi, sebelumnya tidak ada surat apapun, saya tidak tahu siapa yang memerintahkan pemindahan ini, dirjen, Kapolri atau Menteri Hukum dan HAM,” ujarnya , Kamis (12/5).

 

BACA: 

Heboh Bom Di Gorontalo, Ternyata Ini Isinya..

Kegagalan Teror Sarinah

Buat Funco Tanipu: Selebrasi Bom Sarinah & Redupnya Nalar

Cara Gorontalo Perangi Terorisme: Siskamling, Khutbah Dan CCTV

 

Pihaknya mengaku juga keberatan atas pemindahan mendadak ini. Pasalnya, kondisi Lapas Kota Gorontalo sendiri sudah melebihi kapasitas. Saat ini, Lapas tersebut dihuni oleh hampir 700 tahanan. Setiap ruangan kini penuh sesak dihuni oleh 12-26 narapidana.

Jumlah ini menurutnya sudah jauh dari kapasitas ideal yang maksimal hanya dihuni 300 tahanan. Dengan kondisi itu, terpaksa pihaknya akan menyatukan narapidana teroris itu, dengan narapidana lainnya, dalam ruangan yang penuh sesak.

Selain itu, Pihaknya juga mengaku kuatir jika para teroris itu kelak dapat memengaruhi tahanan lain dengan ideologi yang mereka yakini. “Mereka (teroris-red) itu kan sudah dicuci otak, takutnya malah bisa mempengaruhi tahanan beragama Islam lainnya yang pondasi dan pemahaman agamanya lemah,” katanya.

Menurut dia, para napi teroris itu sebaiknya ditempatkan di Lapas yang berada di wilayah mayoritas beragama selain Islam . “Kalau ditempatkan di Sulawesi Utara yang mayoritas beragama Nasrani, misalnya, mereka kan susah menanamkan ideologi mereka itu,” katanya.

Sementara itu, pihak kepolisian mengaku akan meningkatkan pengamanan dan pengawasan di wilayah Gorontalo, terkait dengan keberadaan narapidana teroris itu. Kabid Humas Polda Gorontalo, Ajun Komisaris Besar (Pol) Bagus Santoso mengatakan penjagaan di wilayah perbatasan Gorontalo-Sulawesi Tengah akan ditingkatkan.

“ Kapolda sudah memerintahkan menambah personil di wilayah perbatasan, sebelumnya hanya 10 personil, kini jadi 30 orang, ” kata dia. Selain itu, pengawasan di berbagai tempat akan ditingkatkan, sampai situasi dinilai benar-benar aman.**

 

SYAM TERRAJANA

(Visited 479 times, 2 visits today)

Leave a Reply

seven − one =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top