You are here
Home > Berita Pilihan Editor > Kisah Toleransi ‘torang samua basudara’ di Manado

Kisah Toleransi ‘torang samua basudara’ di Manado

DEGORONTALO – Sebuah cerita tentang praktik toleransi beragama di Manado memicu ratusan komentar positif di Facebook BBC Indonesia dan mengangkat sejumlah kisah-kisah toleransi lain di berbagai daerah.

Berita yang dipublikasikan senin (12/01) lalu, menceritakan jemaah mesjid dan gereja yang saling membantu di Manado.

Di sana, ada istilah populer torang samua basudara yang berarti “kita semua bersaudara”, kata Muchlis Musiran, Ketua Badan Takmirul Masjid At-Taqwa, Kelurahan Perkamil Manado, dalam wawancara dengan kontributor BBC Yongke Londa.

“Walaupun di kelurahan ini hanya ada satu masjid, yakni masjid At-Taqwa, yang dikelilingi oleh beberapa gereja, tapi alhamdulilah kerukunan umat beragama di sini sejak dahulu sampai saat ini sangat akrab. Satu sama lain saling mengunjungi saat hari raya keagamaan.” kata Muklis.

“Kami saling bergantian melakukan perawatan di rumah-rumah ibadah saat hari raya. Ketika Idul Fitri, masjid kami turut dijaga oleh umat Kristen, begitupun sebaliknya saat ibadah Natal dan Tahun Baru, kami dari umat Muslim turut membantu pengamanan di gereja-gereja sekitar. Hal ini sejalan dengan slogan kita di Sulawesi Utara yaitu torang samua Basudara , “tambahnya.

Berita ini kami angkat dalam percakapan media sosial tentang isu integrasi dan toleransi yang muncul di tengah serangan terhadap majalah Charlie Hebdo.

Pak haji dan pak pendeta saling gendong

Ratusan komentar melalui Facebook BBC Indonesia menyebutkan contoh toleransi juga ada di Kalimantan Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Alexander Lexa, di antaranya, yang menulis, “selama 28 tahun saya hidup di Papua tidak pernah namanya rusuh soal agama. Semua tentram, aman dan saling mengasihi. Kalau kami berjalan kaki dari desa ke desa dalam satu rombongan ada pak haji, pak pendeta. Saat menyebrang kali pak haji gendong pak pendeta atau sebaliknya, itu sudah hal yang biasa terjadi.”

Sementara Zetro Ezequiel menanggapi, “Yup, Papua adalah contoh toleransi yang paling baik di Indonesia bahkan mungkin dunia.”

Di Kalimantan Barat juga saling menjaga satu sama lainnya, khususnya di Kabupaten Ngabang, kata Putra Wungu Pbg Bralink, juga melalui Facebook BBC Indonesia.

Dan Siti Nurzami Sundari Wikantapraja menyatakan “tidak usah jauh-jauh Manado, di Jakarta antara Istiqlal dan Katedral pun bisa saling jaga.”

Di Batam, Kepulauan Riau, Matth Lim Batam Kepri menulis, “Dari Dulu Nenek Moyang Kita tidak sembarangan dapat motto Bhinneka Tunggal Ika dan bahkan Pancasila jelas menekankan persatuan Indonesia, juga sumpah pemuda, ini menunjukkan negara kita besar toleransinya.”

Akhirnya Finaly, juga melalui Facebook BBC Indonesia, menulis, “Datanglah ke Banyuwangi sudah diberikan sebagai International City of Love.”

Foto: BBC Indonesia

DEGORONTALO | BBC INDONESIA

 

Leave a Reply

15 + 18 =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top