Kopi Pinogu, Apa Istimewanya?

 

Kopi Pinogu Kemasan (Courtesy Facebook Amanda Katili)
Kopi Pinogu Kemasan (Courtesy Facebook Amanda Katili)

DEGORONTALO – Dinas Pertanian Perkebunan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kabupaten Bone Bolango menyaku tengah menyiapkan lahan seluas 25 hektar untuk pengembangan Kopi Pinogu. Kopi khas Gorontalo yang kini tengah marak dipromosikan.

Kepala Bidang Perkebunan, Lisna Hadjarati mengatakan lahan itu merupakan strategi pengembangan agro industri pertanian di wilayah itu.

Untuk menunjang program agri industri pertanian itu, pihaknya akan mengupayakan dan pembangunan dua unit usaha pengolahan hasil sekaligus satu paket alat pengolahan kopi di Kecamatan Pinogu.

”Dengan fasilitas ini, kami berharap produksi Kopi Pinogu bisa semakin meningkat,” ujar Lisna.

Pinogu sendiri merupakan kecamatan enclave yang berada di dalam kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW). Kecamatan yang luasnya melebihi Kota Gorontalo ini, dipercaya sebagai daerah Tiyombu, atau asal leluhur orang Gorontalo.

Pemda Bone Bolango menggunakan brand ini untuk menjual Kopi Pinogu, Tiyombu Lo Kopi Organik (Leluhur Kopi Organik).

Sementara itu, salah satu penikmat kopi di Gorontalo, Djufryhard mengatakan, salah satu keunggulan Kopi Pinogu adalah karena dari jenis langka, yakni Liberica.

“Jenis ini sudah langka, umumnya yang kopi ditanam di Indonesia adalah jenis Robusta dan Arabica,” katanya.

Tapi sayang, menurutnya, kopi liberica dari Pinogu kemasan yang kini diproduksi oleh Pemerintah Bone Bolango, malah dicampur dengan Robusta, padahal jenis kopi Liberica memiliki segmen tersendiri dan seharusnya dijadikan ciri khas.

Masyarakat Pinogu mengenal jenis kopi yang disebut Siberia dengan buah yang besar dan tumbuh liar. Diduga, kopi dimaksud tak lain adalah  jenis Liberica.

Sebagaimana dikutip dari situs http://philocoffeeproject.wordpress.com yang mengklaim sebagai pelopor manual coffe brewing di Indonesia disebutkan, Dalam sejarah pembudidayaan kopi di Indonesia, kopi Liberica masuk ke dalam gelombang kedua; pengganti kopi spesies Arabika yang pada masanya mengalami gagal tanam lantaran terserang karat daun.

Liberica didatangkan kaum kolonial dengan harapan mampu bertahan dari serangan karat daun dan kumpeni tetap dapat memasok kebutuhan kopi dunia. Apa boleh buat, sang karat daun terlalu tangguh, Liberica pun mengibarkan bendera putih.

Para kumpeni tak menyerah, didatangkanlah kopi spesies Robusta. Hasilnya, karat daun pada kala itu menemukan lawan tangguh sehingga Robusta berhasil dibudidayakan dengan baik dan mendulang fulus di Indonesia.

Posisi kopi Liberica pada masa sekarang terjepit: Arabika yang rentan penyakit, tapi harganya melambung tinggi, dan Robusta yang tahan penyakit dan berharga murah yang selalu mendapatkan tempat di dalam pasar.

Harga Liberica di bawah Arabika dan di atas Robusta. Dari segi rasa di bawah Arabika dan dibanding dengan Robusta sebagian besar menganggap sejajar, sisanya menganggap rasa Liberica mengungguli Robusta.

 

 Y.O SASTRA |  SYAM TERRAJANA

 

 

 

 

 

 

 

 

2 thoughts on “Kopi Pinogu, Apa Istimewanya?

Leave a Reply

15 − 14 =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top