Lima Teknik Memasak Ini Ternyata Bisa Buruk bagi Kesehatan

Ilustrasi (sumber: CNN Indonesia)
Ilustrasi (sumber: CNN Indonesia)

DeGorontalo – Anda punya kegemaran memasak? Ternyata dalam mengolah masakan, tak hanya bahan baku saja yang perlu diperhatikan kualitasnya. Cara memasak makanannya pun sama pentingnya dengan apa yang hendak Anda makan. Baik itu di goreng, panggang, atau diasapi, produksi karsinogen bisa jadi terbentuk saat asam amino, gula, dan creatine bereaksi pada suhu yang tinggi.

Dilansir dari Fox News, cara memasak dengan memanggang memiliki dampak yang sama bagi tubuh seperti merokok. Tak hanya metode memanggang yang memiliki dampak negatif, metode memasak tertentu juga dapat merusak kandungan protein dalam bahan dasar makanan.

Jika proses memasak tidak dilakukan dengan benar, protein dalam makanan bisa terdenaturasi atau kehilangan struktur karena panas. Semakin dipanaskannya protein, maka semakin besar terdenaturasi dan semakin kecil kemungkinan untuk tubuh mendapat keuntungan dari senyawa yang ada.

BACA JUGA: 

Selain itu, bergantung pada gaya memasak yang dipilih, cara Anda memungkinkan terjadinya oksidasi lemak. Pasalnya, lemak tak jenuh sangat reaktif terhadap panas. Ketika dipanaskan, minyak menghasilkan senyawa dicarbonyls, yang menyebabkan mutasi sel dan pemicu kanker.

Oleh karena itu, sebelum mulai memasak makanan, Anda perlu mengetahui metode memasak yang lebih menyehatkan. Berikut beberapa panduan perihal metode memasak, sehingga Anda pun dapat menghindari rusaknya makanan hanya karena cara memasak yang salah.

Direbus

Merebus makanan adalah paling mudah dan sering diterapkan oleh sejumlah masyarakat. Memasak makanan dengan direbus hingga mendidih pun dapat membantu mencegah lemak dari oksidasi sehingga makanan lebih sehat.

Membiarkan masakan mendidih dengan waktu yang singkat tentu akan membuat makanan baik-baik saja, tetapi kala banyak daging yang dibiarkan direbus hingga mendidih di atas kompor selama berjam-jam bukanlah ide yang baik. Cara ini pun berpotensi membuat daging kehilangan nutrisinya, sekaligus sepenuhnya mengubah sifat protein.

Slow cooking

Selain direbus, slow cooking atau cara memasak lambat pun dikatakan adalah cara yang mudah dan efisien waktu untuk menyiapkan makanan. Tetapi di sisi lain, cara ini juga memiliki beberapa kelemahan. Meski cara ini dapat memecah kolagen, membuat makanan lembut, dan hidangan daging lebih lezat karena bumbu meresap baik. Sayangnya, dapat juga menghasilkan glutamat karena daging terlalu matang. Itulah sebabnya Anda harus tahu bagaimana memasak lambat dengan cara yang benar.

Salah satu cara yang disarankan ialah memastikan peralatan memasak tertutup rapat dan memperbanyak penggunaan rempah-rempah yang bersifat antioksidan seperti kunyit dan rosemary.

Dipanggang

Memanggang masakan, kerap menjadi salah satu pilihan setiap melakukan kreasi masakan. Namun, saat menggunakan cara ini, masakan mendapatkan suhu panas yang lebih tinggi, tak ayal ini dapat menyebabkan semua bagian daging menjadi kecoklatan. Lainnya, hal ini juga memicu terjadinya proses denaturasi protein yang melebihi metode lainnya.

Tak hanya memicu proses denaturasi protein, cara tersebut pun dapat mengoksidasi lemak dan menyebabkan glutamat untuk membentuk luar daging yang mana menghancurkan banyak nutrisi dalam makanan Anda ketimbang cara yang lain.

Sesekali, cara ini memang tak apa untuk menambah kreasi masakan Anda, namun tidak disarankan menjadikan ini sebagai cara utama Anda dalam memasak.

Dibakar

Memasak daging di atas api terbuka atau panggangan memang membuat sensasi makanan terasa lebih nikmat. Namun, sama halnya dengan memanggang cara ini dapat menyebabkan beberapa masalah serius. Seperti misalnya saat lemak bertemu bara api, itu dianggap jadi penyebab peradangan dan kanker.

Seperti juga dengan makanan yang dipanggang, tidak disarankan mengonsumsi makanan dengan cara dibakar setiap hari.

Digoreng

Dari seluruh cara memasak yang disebutkan, teknik memasak dengan menggoreng bisa dikatakan menjadi teknik yang paling populer di kalangan masyarakat Indonesia. Meski mudah dan sederhana, teknik ini ternyata disebut sebagai salah satu cara terburuk dalam mengolah makanan Anda.

Alasannya, cara ini membuat makanan Anda yang terendam minyak panas dan proses itu menyebabkan terjadinya oksidasi lemak, denaturasi protein. Suhu tinggi selama proses menggoreng pun menghasilkan sejumlah senyawa beracun yang dapat meningkatkan risiko kanker.

Guna membuatnya jadi lebih sehat, ganti minyak goreng dengan minyak sayur yang mengandung antioksidan tinggi dan jangan menggoreng makanan terlalu lama atau menggunakan api besar.

SUMBER: CNN Indonesia

Kristianto Galuwo
Sigidad. Duda berputri satu-satunya bernama Sigi. Sering sial seperti Donal Bebek, karena itu dirajahi tato Donal Bebek di lengan kanan sebagai segel anti sial. Suka sekali makan ayam bakar/goreng/santan apalagi yang dibumbui sejumput puisi. Bisa disapa di facebook: Kristianto Galuwo dan diterawang di blog Getah Semesta.
http://sigidad.blogspot.co.id/

Leave a Reply

4 × one =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top