Mahasiswa KKN Kebangsaan di Desa Cendana Putih, Tinggalkan “Kenang-kenangan” Pempek

Mahasiswa KKN Kebangsaan bersama ibu-ibu di Desa Cendana Putih, sedang membuat pempek – (DG/Dian Ratna Sari)

DeGorontalo – Hasil laut di Desa Cendana Putih, Kecamatan Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, berlimpah. Nelayan kerap kali mendapat hasil tangkapan beragam mulai dari ikan tuna, cakalang, ekor kuning, dan lain-lain.

Melihat peluang tersebut, kata Dian Ratna Sari, salah satu dari tujuh mahasiswa KKN Kebangsaan yang ditempatkan di Desa Cendana Putih, hasil ikan dapat dimanfaatkan menjadi bisnis yang menguntungkan. Salah satu bisnis yang patut dilirik, katanya, yakni pengolahan ikan menjadi pempek.

“Pempek adalah makanan asli dari Palembang. Namun, tidak menutup kemungkinan jika pempek juga diproduksi oleh masyarakat Desa Cendana Putih, sebagai salah satu upaya memperkenalkan produk makanan olahan hasil laut,” kata Dian.

Selain Dian yang berasal dari Universitas Jambi, ada enam rekan lainnya yang turut dalam KKN Kebangsaan masing-masing, Bethary Restuti dari UIN Suska Riau, Iqbal Oxy Ardiansyah dari Universitas Negeri Jember, Ahmad Nur Fahmi dari Institut Seni Indonesia Surakarta, Susanty Ismail, Jimmy Lintang dan M. Zulfikar Padmon dari Universitas Negeri Gorontalo.

Kata Dian, pada 30 Juli 2017, para mahasiswa KKN Kebangsaan membuat pelatihan pembuatan pempek di Desa Cendana Putih. Pelatihan tersebut dihadiri dosen pembimbing lapangan, Hartono Hadjarati, pihak BPD dan LPM Desa Cendana Putih.

“Kami berbagi prosedur pembuatan pempek lenjer, pempek telur, pempek lenggang dan pembuatan cuka pempek. Sebagian besar masyarakat yang mengikuti pelatihan dan mencicipi pempek, mengatakan suka. Apalagi pempek lenggang,” katanya.

Pempek hasil olahan mahasiswa KKN Kebangsaan dan masyarakat Desa Cendana Putih – (DG/Dian Ratna Sari)

Selanjutnya pada 6 Agustus 2017, kata Dian, mereka membentuk kelompok Perempuan Pesisir Produktif (3P), yang khusus menangani industri rumah tangga pempek Cepu Bone. Keanggotaan dari kelompok 3P tersebut terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara dan anggota yang merupakan ibu-ibu PKK Desa Cendana Putih, yang berjumlah 15 orang.

“Kelompok 3P ini akan melanjutkan kegiatan wirausaha pempek Cepu Bone, meskipun KKN Kebangsaan telah selesai. Kelompok ini dibentuk guna meningkatkan ketahanan pangan dan pendapatan ekonomi masyarakat Desa Cendana Putih,” jelasnya.

Menurutnya, hasil program pengolahan ikan menjadi pempek, akan dipamerkan saat bazar malam perpisahan perkemahan di Kecamatan Bone.

“Sebelumnya, pempek Cepu Bone telah dipamerkan saat peresmian wisata air terjun Taludaa, sekaligus saat kunjungan dari Bupati Bone Bolango dan Rektor Universitas Negeri Gorontalo. Kemudian, dilanjutkan dengan uji sampel pempek dan pendaftaran nomor PIRT di Dinas Kesehatan Bone Bolango, yang saat ini masih dalam proses pengajuan,” terangnya.

Dian sebagai pengusul program tersebut, beserta rekan-rekan mahasiswa KKN Kebangsaan, mengaku senang bisa berbagi pengetahuan dengan masyarakat Desa Cendana Putih.

“Sungguh merupakan suatu kebanggaan bagi kami. Semoga program ini tetap berjalan, setelah kami meninggalkan Desa Cendana Putih,” katanya. (*)

Kristianto Galuwo
Sigidad. Duda berputri satu-satunya bernama Sigi. Sering sial seperti Donal Bebek, karena itu dirajahi tato Donal Bebek di lengan kanan sebagai segel anti sial. Suka sekali makan ayam bakar/goreng/santan apalagi yang dibumbui sejumput puisi. Bisa disapa di facebook: Kristianto Galuwo dan diterawang di blog Getah Semesta.
http://sigidad.blogspot.co.id/

Leave a Reply

4 × five =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top