Mahasiswa KKN-PPM UNG Digitalkan Desa di Bonebolango

Kepala Desa Bongopini menyampaikan sambutan. (DG/Wawan Akuba)

DeGorontalo – Sebanyak 30 mahasiswa berbagai jurusan di Fakultas Teknik melakukan pengabdian di Desa Bongopini, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bonebolango. Pengabdian yang dilaksanakan sebulan lebih itu merupakan program KKN-PPM Universitas Negeri Gorontalo.

Dalam rangka menutup kegiatan sekaligus penarikan mahasiswa kembali ke kampus, digelarlah kegiatan “Expose Hasil Kegiatan dan Launching Website Desa Bongopini”. Kegiatan itu dilaksanakan di Kantor Desa Bongopini, Sabtu (19/8/2017).

Ada banyak hasil kegiatan yang diekspos, di antaranya tiga buah buku profil desa, tiga peta yang terdiri dari peta citra desa, peta peruntukan lahan wilayah desa, administrasi tematik dan dasawisma, monografi desa, dan desa Bongopini dalam angka.

Kepala Desa Bongopini, Ismet Hamza, mengatakan sejak 3 Juli 2017, mahasiswa KKN-PPM diterima di desa. Mereka bekerja keras sehingga hasilnya dapat dinikmati hari ini. Kebersamaan mahasiswa dengan pemerintah desa selama ini, juga terjalin baik.

“Ini sesuatu yang sangat luar biasa buat kami. Mungkin ini adalah desa kedua di Tilongkabila untuk pelaksanaan kegiatan seperti ini, sehingga ke depan semoga bisa menjadi contoh untuk desa yang lain.”

Terkait transparansi informasi terkait pembangunan desa, menurut Ismet website desa yang dibuat sangat membantu karena dapat digunakan sebagai media publikasi informasi kepada masyarakatnya, ini juga sesuai amanat undang-undang tentang desa.

BACA JUGA :

“Sebelum mahasiswa ini mengabdi di sini, kami di desa banyak sekali kesulitan, terutama soal pendataan penduduk. Namun dengan adanya program ini, ke depan semoga pekerjaan kami tidak ada kendala,” katanya.

Ismet berharap, program ini tidak hanya berhenti sampai di sini, ke depan ia dan aparat desa akan berusaha untuk terus menyempurnakan apa yang belum sempat dibuat oleh mahasiswa KKN-PPM di desa.

Camat Tilongkabila tengah menandatangani peta Desa Bongopini (DG/Wawan Akuba)

Camat Tilongkabila, Marten Hunawa, yang juga turut hadir mengatakan ia berambisi agar Desa Bongopini menjadi desa digital. Walaupun ia bukan ahli dalam bidang IT, ia mendukung program-program semacam ini, terutama dengan mendigitalkan hampir seluruh pekerjaan di desa.

Lanjutnya, anggaran besar yang dikelola desa tujuannya adalah untuk pemberdayaan dan pembangunan, namun saat penyusunan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDES), terkadang tidak diimbangi dengan kesiapan data di lapangan, sehingga ada beberapa hal yang tidak tepat sasaran, semisal pemberian bantuan pada masyarakat.

“Pada program jambanisasi misalnya, kita sering salah sasaran. Ada masyarakat yang sudah punya jamban tapi masih dapat jamban, nah ini kan tidak tepat sasaran. Ini juga terjadi pada penyaluran beberapa bantuan.”

Sehingga menurut Marten, dengan adanya web desa seperti ini, aparat desa dapat menyiapkan data dalam waktu singkat dengan lengkap.

“Saya berbangga hati dengan dibuatnya web desa seperti ini. Saya nanti akan mempromosikan program seperti ini sehingga akan diikuti oleh seluruh desa yang ada di Bonebolango. Semua desa harus seperti ini (Bonebolango),” katanya mengapresiasi.

Di tempat yang sama, Amirudin Dako, selaku dosen pembimbing lapangan (DPL) menyampaikan, kegiatan ini sebenarnya adalah bantuan pengabdian kepada masyarakat yang dikemas dalam model yang terintegrasi antar dosen dan mahasiswa.

“Tema yang diangkat adalah pengelolaan berkelanjutan profil Desa Bongopini, dengan optimasi dukungan menajeman berbasis komputer.”

Amir berharap, Desa Bongopini akan menjadi desa digital selanjutnya di wilayah Bonebolango.

Kegiatan ini dihadiri Komisi tiga DPRD Bonebolango, masyarakat Bongopini, seluruh perangkat desa, dan mahasiswa KKN-PPM Bongopini maupun mahasiswa KKN-PPM desa tetangga.

 

Wawan Akuba

wawan akuba
Mahasiswa dan pecinta, seorang yang telah mencoba melibas semak belukar rinjani tapi tetap tunduk pada keindahannya.
http://wawannakuba.blogspot.com

Leave a Reply

eight − seven =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top