Mahasiswa KKN UNG Jadi Inspirasi Warga Tilongkabila

Dokumentasi Penarikan mahasiswa KKN-PPM UNG
Kegiatan penarikan mahasiswa KKN-PPM UNG. Foto: Wawan Akuba

DeGorontalo –  Mahasiswa KKN-PPM Universitas Negeri Gorontalo, sebulan lebih berada di Desa Iloheluma, kecamatan Tilongkabila, Bone Bolango. Dalam rangka menutup kegiatan sekaligus penarikan mahasiswa KKN-PPM, mereka menggelar acara diseminasi dan ekspose hasil kegiatan, serta launching website Desa Iloheluma. Kegiatan itu dilaksanakan di aula Desa Iloheluma, Senin 5 September.

Sejak diterima aparat desa pada tanggal 14 Juli, mahasiswa KKN-PPM yang berjumlah 30 orang, yang keseluruhan berasal dari Fakultas Teknik UNG, melaksanakan berbagai macam program pengabdian. Di antaranya pembuatan lima buku desa, pembuatan peta desa, pelatihan Participatory Rural Appraisal (PRA) kepada masyarakat dan aparat desa, dan membuatkan website desa yang memudahkan para aparat desa dalam mengakses database desa.

Kepala Desa Iloheluma, Simon Suleman, mengatakan sangat berterimakasih kepada mahasiswa KKN-PPM UNG. Sebab kedatangan mahasiswa KKN sudah sangat membantu pekerjaan berat yang selama ini menumpuk di desa.

“Ada sebuah cita-cita yang kemudian terwujud karena mahasiswa KKN ini mengabdi di sini. Mereka (mahasiswa KKN) telah meringankan beban kami dalam pengelolaan data-data keuangan dan semacamnya,” kata Simon.

Selain itu, kata Simon, sangat berat melepas anak-anak KKN ini, karena selama mereka mengabdi banyak sekali ilmu yang dibagi dan sangat berguna untuk menunjang pekerjaannya.

“Apalagi ketika mengikuti pelatihan Microsoft excel yang sangat berguna dalam perhitungan keuangan. Banyak hal yang mereka bagi yang menginspirasi kami di sini,” sampainya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Camat, Marta Dongio, mewakili Camat Tilongkabila, mengatakan sangat mengapresiasi pekerjaan mahasiswa KKN. Ia sempat mengungkapkan bahwa kepala-kepala desa lain yang turut hadir dalam kegiatan itu, sebenarnya merasa iri dengan Desa Iloheluma setelah melihat hasil yang dipresentasikan.

“Kok, kenapa hanya Desa Iloheluma yang dapat mahasiswa Teknik? Kedepan kami berharap agar mahasiswa KKN-PPM dari Fakultas Teknik UNG bisa ditempatkan di wilayah Tilongkabila lagi,” kata Sekcam.

Sekcam melanjutkan, tahun kemarin memang ada mahasiswa KKN yang ditempatkan di beberapa desa di wilayah Tilongkabila dan itu mahasiswa nurse, sementara untuk masalah kesehatan di Tilongkabila sudah memadai. Tapi, katanya, untuk pekerjaan seperti yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN-PPM dari Teknik ini, menurutnya sangat dibutuhkan di wilayah Tilongkabila, terlebih untuk desa-desa.

“Ada 14 desa di kecamatan Tilongkabila. Setelah melihat hasil yang dipresentasikan, hasil kerja mahasiswa KKN-PPM UNG khususnya dari fakultas Teknik ini, kami sangat iri, karena pekerjaan seperti ini yang sebenarnya kami butuhkan di Tilongkabila. Jadi kami harap untuk kedepannya ada mahasiswa KKN lagi yang diutus untuk desa desa lain di wilayah Tilongkabila,” katanya.

Menanggapi hal itu, Amirudin Dako, sebagai dosen pembimbing lapangan (DPL), mengatakan sebenarnya pihaknya tidak bisa berbuat lebih perihal penempatan mahasiswa. Karena menurutnya, semua itu diatur oleh Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LP3) di UNG.

“Tapi bisa juga kepala desa langsung menyurati pihak kampus untuk permintaan mahasiswa pengabdian, karena UNG itu juga ada program pengabdian masyarakat,” sampai Amir.

Kegiatan itu dihadiri mahasiswa dan dosen pembimbing lapangan (DPL), kepala-kepala desa tetangga, sekretaris camat Tilongkabila serta sebagian masyarakat dari empat dusun di Desa Iloheluma.

wawan akuba
Mahasiswa dan pecinta, seorang yang telah mencoba melibas semak belukar rinjani tapi tetap tunduk pada keindahannya.
http://wawannakuba.blogspot.com

Leave a Reply

14 + seven =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top