Membaca Masa Kini, Menulis Masa Depan

Arinda salah satu relawan yang memberikan kelas menulis kreatif – Defry Hamid

DeGorontalo – 15 orang mahasiswa yang terdiri dari Lembaga Pers Mahasiswa Merah Maron UNG dan Lembaga Pers Mahasiswa Humanika IAIN, bersama beberapa pegiat literasi lainnya menginisiasi kegiatan “Kemah Literasi” di Desa Jambu Sarang, Kecamatan Bolangitang Barat, Bolaang Mongondow Utara, tepatnya di Mts dan MA Alkhairaat. Kegiatan ini telah berakhir pada tanggal 12 Juni lalu, sejak dimulai pada tanggal 9 Juni.

Kemah Literasi yang bertajuk “Membaca Masa Kini, Menulis Masa Depan” adalah konsep kegiatan yang diadopsi dari program Taman Baca Masyarakat, sebuah lembaga yang bergerak di ranah pendidikan non-formal.

“Sebelumnya kegiatan seperti ini telah dilakukan oleh Forum Taman Baca Masyarakat Parigi Moutong (FTBM PARIMO),” kata Musyawir, inisiator Kemah Literasi.

Menurut dia kegiatan yang dilakukan FTBM PARIMO pantas ditiru, terutama oleh mahasiswa Gorontalo yang sedang menumbuhkan gerakan literasi.

Selama empat hari kegiatan, para peserta yang terdiri dari siswa Mts dan MA tersebut mendapat kelas jurnalistik, kelas menulis kreatif, baca-tulis Alquran, nonton film dan diskusi. Selain itu perpustakaan yang ada di sekolah diberi sumbangan buku-buku sebagai upaya untuk menambah bahan bacaan mereka.

Aktivitas ini tidak hanya dilakukan di dalam ruangan, kata Musyawir, nonton film misalnya jika tidak hujan biasa mereka gelar di lapangan. Demikian juga kelas menulis, peserta dibawa sampai ke pantai. Hal ini mereka niatkan agar peserta bisa lebih menikmati kegiatan ini.

“Terutama agar aktivitas membaca, menulis dan berdiskusi terasa mengasyikkan,” aku Musyawir.

Kegiatan yang berbentuk sukarela ini, menurut Zulkifli Mangkau selaku ketua umum Lembaga Pers Mahasiswa Merah Maron sama sekali tidak mendapat sokongan dana dari pihak manapun. Sumber dana semuanya swadaya dari para sukarelawan. Dia juga berinisiatif untuk menjual T-Shirt yang didesain dengan tulisan “Kemah Literasi” sebagai tambahan dana.

Selain itu menurut Musyawir kegiatan yang telah dilaksanakan ini tidak sesuai yang diharapkan. Awalnya dia berharap kegiatan kemah literasi ini bisa diikuti oleh beberapa sekolah yang ada di kecamatan tersebut, agar kegiatan ini bisa menjangkau banyak pelajar. Namun akhirnya yang bersedia hanya MTs dan MA Alkhairaat Bolangitang Barat.

Selain dari minat peserta yang minim, dia juga mengaku masih banyak kekurangan dalam kegiatan tersebut, baik dari segi persiapan sampai pelaksanaan.

“Peserta yang tidak berubah-ubah jumlahnya setiap hari dan juga agenda yang berubah sejak rencana awal,” katanya.

Namun begitu, dengan kekurangan yang ada pelaksana tidak menilai kegiatan itu gagal.

“Ini adalah awal yang bisa dijadikan acuan untuk mengadakan kemah literasi di tempat yang lain,” katanya.

Sementara itu pemerintah desa, pihak sekolah dan peserta menyambut antusias kegiatan ini. Mereka mengatakan kegiatan seperti ini baru pertama kali dilakukan di desa mereka. Kepala Desa bahkan berharap Kemah Literasi bisa rutin dilakukan setiap tahun, tidak hanya di Kecamatan Bolangitang Barat.

“Harus bisa juga dibuat di kecamatan lain di seluruh Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, setidaknya ini harapan kami,” aku Kepala Desa.

 

Defry Hamid

Kristianto Galuwo
Sigidad. Duda berputri satu-satunya bernama Sigi. Sering sial seperti Donal Bebek, karena itu dirajahi tato Donal Bebek di lengan kanan sebagai segel anti sial. Suka sekali makan ayam bakar/goreng/santan apalagi yang dibumbui sejumput puisi. Bisa disapa di facebook: Kristianto Galuwo dan diterawang di blog Getah Semesta.
http://sigidad.blogspot.co.id/

Leave a Reply

2 − 1 =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top