You are here
Home > Berita Pilihan Editor > Menemukan Cita Rasa Ideal Kopi Pinogu  Menurut Pakar

Menemukan Cita Rasa Ideal Kopi Pinogu  Menurut Pakar

DEGORONTALO – Lisa Virgiano, aktivis kuliner nusantara baru-baru ini mendapatkan kehormatan untuk mencicipi kopi Pinogu kebanggaan orang Gorontalo, pada acara Lamito lo Hulonthalo (cita rasa Gorontalo) yang digelar oleh Omar Niode Foundation di Jakarta, lima Maret baru-baru ini.

Lisa, yang lebih suka menyebut dirinya sebagai pelayan budaya nusantara ini menjajal kopi dari dataran kecamatan Pinogu, kawasan enclave Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, Kabupaten Bone Bolango. Kawasan ini dipercaya sebagai tanah leluhur orang Gorontalo. (BACA: Kopi Pinogu, Apa Istimewanya?)

“Saya menemukan kopi Pinogu datang dengan medium high body dan kadar asam yang sedang, dengan aroma buah-buahan tropis dan jejak ujung rasa rempah (spicy) kering dan coklat,” ujar perempuan 33 tahun peraih  predikat Woman Of Worth Indonesia dari Loreal Paris, lantaran aktivitasnya menyebarluaskan konsep makanan tradisional ke berbagai penjuru negara.

Lisa yang juga dikenal suka membantu petani kopi Indonesia agar dapat memahami jenis dan kualitas kopi yang ditanam, mengaku punya kesan tersendiri saat mencicipi kopi Pinogu.(BACA:Wisata Kuliner, Apa Untungnya?)

“Yang menarik ketika kopi diminum dalam keadaan turun temperaturnya, aroma kuat nangka keluar, hal ini tidak heran karena kopi Pinogu saya dengar merupakan persilangan dengan kopi liberica (kopi nangka),” katanya.

Menurutnya, kopi Pinogu akan dapat ditonjolkan aroma dan dikurangi bodynya bila dilakukan manual brewing dengan V60, Chemex, atau Aeropress. Atau diminum dengan susu (kopi tubruk susu), krim kacang/coklat, atau perasan jeruk lemon dan soda.

“Orang Indonesia akan menyukai kopi ini, karena mereka cenderung menyukai kopi dengan body yang tebal (high medium) dan kadar keasaman yang rendah,” kata pengagas Undergroud Secret Dining (USD) itu. (BACA:Balukia; Aksen Inggris dan Wangi Kopi di Jantung Gorontalo)

Ketua Omar Niode Foundation, Amanda Katili Niode menambahkan “Lamito Lo Hulonthalo” adalah ajang memperkenalkan berbagai kuliner Gorontalo, melalui ajang icip –icip dengan mengundang sejumlah kolega , pakar dan aktivis kuliner. Organisasi nirlaba yang dipimpinnya itu memang dikenal kerap menggelar acara dan ajang promosi kuliner nusantara, khususnya kuliner Gorontalo.

“ Kami mendatangkan (Kopi Pinogu) masih dalam bentuk biji kopi hijau seberat lima kilogram. Dikirimkan ibu Mesalina Vivi Saputri, seorang pegawai pemerintahan di Kabupaten Bone Bolango. Kopi yang dikirimkan merupakan campuran Robusta dan Liberica,” ujar Amanda melalui pesan eletronik kepada DeGorontalo.(BACA: Ingin Bergaul Lewat Makanan? Inilah Diplomasi Kuliner Gorontalo)

Kata Amanda, biji kopi hijau dari tanah leluhur itu kemudian dipanggang dengan menggunakan probat coffee roaster dengan suhu antara 225-230 derajat celcius. Spesial untuk itu, pihaknya sengaja mengundang seorang anak muda pegiat dan “ahlul” kopi tradisional Indonesia, Daryanto Witarsa untuk memanggang kopi Pinogu.

“Idealnya, kopi digiling pada satu hari hingga satu bulan setelah dipanggang, lalu dikonsumsi paling lama dua minggu setelah digiling,” katanya memberikan saran.

 

*Foto. Biji hijau kopi Pinogu sebelum dipanggang (roasting) (omarniode.org)

 

SYAM TERRAJANA

(Visited 528 times, 2 visits today)
Syam Terrajana

Lahir dan tinggal di Gorontalo setelah berkelana di berbagai kota. Membagi waktunya untuk menulis, membaca,melukis dan bepergian. Sesekali menyanyi jika suara sedang bagus. Dapat dihubungi di syam.terrajana2@gmail.com.

Leave a Reply

5 × five =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top