Menyelesaikan Konflik Sumber Daya Alam dengan Mediasi

Pembukaan Festival Media 2016 Aliansi Jurnalis Independen di Pekanbaru. Foto: AJI Indo
Pembukaan Festival Media 2016 Aliansi Jurnalis Independen di Pekanbaru. Foto: AJI Indo

DeGorontalo – Festival Media 2016 di Kota Pekanbaru, Riau, berlangsung selama dua hari, 19-20 November. Acara yang dihadiri wartawan dari berbagai penjuru tanah air ini dihelat di Gedung Perpustakaan Soeman HS, Pekanbaru.

Berbagai organisasi ikut meramaikan acara tahunan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) ini dengan membuat stand pameran. Salah satu yang ikut berpartisipasi dalam pameran adalah Scale Up (Sustainable Social Development Partnership), salah satu organisasi non pemerintah yang ada di Kota Pekanbaru.

Hasri Dinata, staf divisi penguatan jaringan Scale Up mengatakan, kerja-kerja yang mereka lakukan selama ini adalah mengembangkan model pembangunan sosial yang akuntabel dan berkelanjutan berbasis kemitraan antara para pihak atau multistakeholder.

“Saat ini pendampingan kami salah satunya adalah mediasi masyarakat yang berkonflik dengan salah satu perusahaan, yakni APP Sinar Mas,” katanya.

Scale Up melansir laporan tahun 2016 mengenai konflik sumber daya alam yang terjadi di Riau selama tahun 2015. Menurut mereka, jumlah titik konflik sumber daya alam di Riau sebanyak 55 titik konflik. Dengan rincian; sektor kehutanan 18 titik konflik, sektor perkebunan 36 titik konflik, dan tapal batas satu titik konflik.

Sementara jumlah luasan konflik sumber daya alam di Riau totalnya adalah kurang lebih 92879,95 hektar. Yang terdiri dari sektor kehutanan 41741,15 hektar, dan sektor perkebunan 51138,8 hektar.

“Untuk jumlah titik atau luasan konflik sumber daya alam tertinggi ada di Rokan Hulu sebanyak 9 titik, dan Pelelawan 9 titik. Untuk luasan konflik tertinggi ada di Bengkalis seluas 25108,75 hektar.”

Sementara untuk tipologi atau aktor dalam konflik yaitu masyarakat versus perusahaan 47 kasus, masyarakat versus masyarakat 6 kasus, masyarakat versus negara 2 kasus.

Scale Up telah banyak melakukan mediasi antara masyarakat dengan perusahaan. Mediasi sendiri merupakan proses pengelolaan konflik yang tidak hanya bertujuan menghentikan kekerasan, namun juga merupakan solusi jangka panjang yang berupaya mengubah paradigma hubungan sosial, sehingga muncul keharmonisan dan saling percaya antara para pihak.

Menurut Scale Up, mediasi menawarkan prospek cerah dalam pengelolaan konflik karena memberikan peluang bagi peningkatan keterlibatan para pihak yang berwenang, sertifikasi para mediator, dan penerapan mediasi dalam kasus-kasus di pengadilan.

Selain, Scale Up, pameran Festival Media di Kota Pekanbaru juga diramaikan oleh stand AJI Kota dari berbagai daerah di Indonesia. Serta beberapa organisasi yang ada di Kota Pekanbaru.

Kristianto Galuwo
Sigidad. Duda berputri satu-satunya bernama Sigi. Sering sial seperti Donal Bebek, karena itu dirajahi tato Donal Bebek di lengan kanan sebagai segel anti sial. Suka sekali makan ayam bakar/goreng/santan apalagi yang dibumbui sejumput puisi. Bisa disapa di facebook: Kristianto Galuwo dan diterawang di blog Getah Semesta.
http://sigidad.blogspot.co.id/

Leave a Reply

fifteen − five =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top