You are here
Home > Gorontalopedia > Budaya > Tradisi “Toki Belek” Gerhana Bulan, Dari Mana Asalnya?

Tradisi “Toki Belek” Gerhana Bulan, Dari Mana Asalnya?

Anak-anak di Jalan Bengawan Solo, Kabupaten Gorontalo Rabu malam, memukul ember bekas saat naga akan menelan bulan (DeGorontalo/Rivol Paino).
Anak-anak di Jalan Bengawan Solo, Kabupaten Gorontalo Rabu malam, memukul ember bekas saat naga akan menelan bulan (DeGorontalo/Rivol Paino).

DEGORONTALO-Gerhana Bulan yang turut menyambangi langit Gorontalo, disambut oleh anak-anak dengan membunyikan kentongan, kaleng bekas atau apa saja yang bisa dipukul. Tepatnya di Jalan Bengawan Solo, Kabupaten Gorontalo Rabu malam (8/10).

Bocah -bocah ini  percaya dengan cara seperti itu Gerhana Bulan cepat berlalu dan Bulan akan utuh lagi.(Baca: Tradisi Mongubingo Berbahaya, Melanggar HAM Jika…)

Menurut Hanah yang juga warga jalan sekitar jalan Bengawan Solo, begitulah cerita orang tua dulu di Gorontalo, dan kebiasaan itu sudah lama terbangun jika melihat Gerhana Bulan datang dengan membunyikan apa saja.

“Dulu kan masih menggunakan lampu botol, jika saat terang Bulan dan Gerhana datang tiba-tiba, dunia itu seperti kiamat bumi menjadi gelap” kata Hanah.

Hanah juga mengatakan ada mitos yang berkembang bahwa peneyebab Gerhana terjadi karena seekor naga akan menelan Bulan, dengan cara membunyikan itulah naga akan takut dan tak jadi menelan Bulan.(Baca:Sepuluh Permainan Tradisional Gorontalo Ini Nyaris Punah)

“Mama bilang kalau mo toki-toki bagitu naga mo lari” ujar Abel sembari memukul ember bekas dengan nyaring. di Gorontalo, tradisi ini dikenal luas dengan nama toki belek, atau memukul kaleng bekas.

Abel siswi kelas enam sekolah dasar jalan Bengawan Solo tersebut mengaku orang tuanya telah menceritakan seperti itu jika Gerhana Bulan datang, bahkan di sekolah menurutnya guru tak mengajarkan bagaimana proses Gerhana Bulan itu terjadi.(Baca: Ini asal usul suku Jaton di Gorontalo)

Sebelumnya Gerhana Bulan berwarna merah tembaga terjadi semalam sesuai dengan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jalaludin Gorontalo.

Di berbagai belahan dunia, tumbuh berbagai mitos seputar fenomena gerhana bulan. Seperti dikutip dari berbagai sumber, di Cina, ada kepercayaan bahwa seekor naga langit membanjiri sungai dengan darah lalu menelannya. Itu sebabnya orang Cina menyebut gerhana sebagai “chih” yang artinya memakan. Berbagai petasan dibuntikan untuk menakut-nakuti sang naga.

Bangsa Inca kuno, sebagaimana dikutip dari merdeka.com, juga percaya bahwa ketika bulan purnama merah atau Bulan Darah menampakkan diri di langit, hal itu merupakan pertanda bahwa sedang akan terjadi hal buruk, yaitu jaguar akan menyantap bulan.ketika muncul Gerhana Bulan Darah Tetrad, mereka akan membuat suara yang sangat gaduh dengan menabuh segala hal sampai berteriak-teriak.

Menurut tulisan bangsa Spanyol terdahulu, bangsa Inca takut setelah jaguar memakan bulan, maka hewan ini akan turun ke bumi dan memangsa semua manusia. Oleh karenanya, ketika muncul Gerhana Bulan Darah Tetrad, mereka akan membuat suara yang sangat gaduh dengan menabuh segala hal sampai berteriak-teriak.

Di tahun 2014 ini, penampakan Blood Moon (Tetrad) terjadi pada bulan April dan penampakan kedua adalah pada bulan Oktober .  Gerhana Bulan Darah diperkirakan menunjukkan wujudnya lagi pada 4 April dan 25 September 2015.

Mitologi lain  yang dipercaya mulai 2000 tahun lalu, ketika Blood Moon (Tetrad) menampakkan dirinya, orang-orang Kristen ortodok percaya bahwa di saat itu lah Yesus turun ke bumi. Hal itu merupakan interpretasi dan pemahaman orang-orang zaman dahulu dengan dasar tulisan pada Kitab Injil.

 

RIVOL PAINO

(Visited 597 times, 1 visits today)

One thought on “Tradisi “Toki Belek” Gerhana Bulan, Dari Mana Asalnya?

  1. It is still too big to walk away from, but perhaps the wireless industry is strong and fast
    growing enough with a lot of key competitors and the
    game will be harder than they originally thought.
    If you have children in your house, and you want them to get interested in your
    birds, it is usually a good idea to add some
    beautiful chickens to your flock. If you’re
    renting a tent, make sure its wind-worthy.

Leave a Reply

19 − 6 =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top