You are here
Home > Berita Pilihan Editor > Nde Apa Nama Rumah Dalam Bahasa Gorontalo, Mongondow dan Suwawa?

Nde Apa Nama Rumah Dalam Bahasa Gorontalo, Mongondow dan Suwawa?

 

Rumah panggung di Desa Dunggala, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango. Rumah ini dibangun pada tahun 1835. Foto: Febriandy Abidin
Rumah panggung di Desa Dunggala, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango. Rumah ini dibangun pada tahun 1835. Foto: Febriandy Abidin

 

SAAT ini kata dalam bahasa Hulontalo (Gorontalo) yang digunakan untuk menyebut rumah adalah BELE, tidak banyak yang mengetahui bahwa LAIHE adalah kata yang dulu digunakan untuk menyebut rumah. BELE adalah tempat tinggal darurat, sedangkan LAIHE adalah tempat tinggal tetap.

Meskipun menurut bapak Drs. Karim Pateda, LAIHE adalah sebutan untuk sebuah keluarga besar (kakek hingga cicitnya) yang tinggal di dalam sebuah rumah besar (seperti sebuah keluarga dalam rumah panjang di Kalimantan).

Bagaimana dengan Mongondow?, saudara tua dari Hulontalo ini juga mempunyai padanan kata untuk kedua istilah tadi yaitu BALOI dan LAIG.

Bahasa Hulontalo dan Mongondow termasuk dalam sebuah rumpun keluarga bahasa Gorontalo-Mongondow dari sub kelompok bahasa Greater Central Philippine. Jangan  heran bila kata-katanya mirip.

BACA

 

Namun bedanya, BALOI adalah rumah permanen sedangkan LAIG adalah pondok kecil. Definisinya terbalik dari BELE dan LAIHE di bahasa Gorontalo yang dijelaskan di buku Arsitektur Tradisional Daerah Sulawesi Utara.

Dan kemudian bagaimana dengan Suwawa yang merupakan Tiyombu (nenek moyang) dari Hulontalo?. Ternyata dalam bahasa Suwawa hanya dikenal kata LAIGO yang berarti rumah.

Ini adalah  padanan untuk LAIG dan LAIHE. Saya sendiri belum menemukan literatur yang menjelaskan spesifikasi jenis dan ukuran rumah untuk kata LAIGO ini. Tidak ada padanan kata untuk BALOI dan BELE dalam bahasa Suwawa.

Padahal untuk bahasa-bahasa yang serumpun dengan Suwawa, Hulontalo, dan Mongondow, ada padanannya; BAŁE untuk bahasa Bolango, BOŁE untuk bahasa Buol dan bahasa Kaidipang, dan VAŁE untuk bahasa Bintauna.

Tanya kenapa?

 

Sumber buku:
Arsitektur Tradisional Daerah Sulawesi Utara
Rekonstruksi Protobahasa Gorontalo-Mongondow
Wawancara dengan bapak Drs. Karim Pateda

 

ABDI GUNAWAN DJAFAR

Leave a Reply

seven − one =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top