Orang Bajo Menanam Mangrove, Menumbuhkan Kesadaran

DEGORONTALO – Di penghujung Oktober 2014, Kelompok Sadar Lingkungan (KSL) Paddakauang melakukan penanaman 47.000 bibit mangrove di Desa Torosiaje Jaya, Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato.

Proses penanaman ini sendiri selain melibatkan anggota KSL, turut dihadiri pula oleh beberapa masyarakat, mahasiswa, dan puluhan anak-anak siswa Sekolah Dasar di Torosiaje, yang mayoritas dihuni oleh orang  Bajo, suku pengembara laut. (baca berita lainnya tentang program  penyelamatan mangrove di Teluk Tomini  di sini)

Menurut Umar Pasandre, Ketua KSL Paddakauang, penanaman mangrove kali ini sengaja melibatkan banyak orang, dengan tujuan agar semakin banyak pula yang semakin sadar akan pentingnya menjaga kelestarian mangrove.

“Khususnya kesadaran akan pentingnya mangrove di Torosiaje serumpun Kecamatan Popayato,” ujar Umar Pasandre.

Dirinya juga menambahkan, selain melakukan penanaman bibit mangrove, kelompok yang ia dirikan ini juga melakukan pembuatan jaring apung serta kerangka karamba yang diperuntukkan untuk dua kelompok masyarakat yang ada di desanya.

“Di sini ada dua kelompok masyarakat. Setiap kelompok terdiri dari lima orang. Nantinya tiap-tiap anggota kelompok akan mendapatkan satu buah karamba,” ungkapnya.

Setelah penanaman nanti, pihak KSL sendiri juga akan melakukan penyemaian bibit mangrove sebanyak 30.000 bibit. Hal ini dilakukan untuk menutupi bibit-bibit mangrove yang gagal tumbuh setelah ditanam.

“Kami berharap, dengan tumbuhnya mangrove ini, maka akan semakin menumbuhkan kesadaran bagi masyarakat di desa kami,” tutup Umar Pasandre.

 

 

Foto: Anak-anak sekolah dasar di Torsiaje ketika melakukan penanaman mangrove (Dokumentasi Pribadi)

GERIL DWIRA

One thought on “Orang Bajo Menanam Mangrove, Menumbuhkan Kesadaran

Leave a Reply

5 × three =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top