Ortu Mahasiswa UNG Peretas PT Telkom Jual Segalanya Demi Ini

Abdul Rahman Saleh alias Upik (DeGorontalo/Syam Terrajana)
Abdul Rahman Saleh alias Upik (DeGorontalo/Syam Terrajana)

DEGORONTALO – Anita Badu, 44, tak henti-hentinya tersedu. “Seandainya boleh, saya mau tukar tempat dengan Upik, biar saya saja yang menjalani hukuman penjara itu,” katanya  kepada DeGorontalo, Kamis sore ( 15/10) yang lalu.

Upik atau Abdul Rahman Saleh ,22, adalah anak lelaki pertamanya. Mahasiswa angkatan 2011 pada jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) itu kini mendekam di LP Cipinang Jakarta.

Sebelumnya pada 3 Maret 2015 lalu, Upik dijemput paksa oleh sejumlah aparat dari Polda Metro Jaya di kost-kostannya, di bilangan Panjaitan,tak jauh dari kampus UNG, Kota Gorontalo. Dia dituduh telah meretas sistem keamanan milik PT. Telkomsel, mengakibatkan kerugian senilai 72 juta rupiah.

Mendengar kabar itu   keesokan harinya, Anita bersama Parman Saleh, 44,  segera bertolak dari kampung halaman mereka di Desa Popodu,
Bolaang Mongoondow Selatan, Sulawesi Utara  ke Gorontalo.

BACA:

Bobol Sistem PT.Telkomsel, Mahasiswa UNG Dijebloskan Ke LP Cipinang

Unggah Video Polantas Minta Suap, Mahasiswa Ternate Dipidanakan

UNG Janji Bantu Upik, Mahasiswa Peretas Sistem PT. Telkomsel

Tapi setibanya di Mapolres Kota Gorontalo, mereka tidak diijinkan bertemu dengan Upik “ Salah seorang  anggota polisi bilang, kami tidak
diperkenankan bertemu, karena status  Upik merupakan tahanan Polda Metro Jaya,” kata Anita menirukan perkataan petugas kala itu.

Dalam bingung bercampur takut, keduanya   kemudian ditawari bantuan hukum oleh salah satu kenalan tetangganya di kampung halaman. Singkat
cerita, mereka diberi nomor kontak seorang pengacara bernama Sugi di Jakarta.

Menurut Anita dan Parman, Sugi inilah yang  mendampingi anaknya selama menjalani masa persidangan di Jakarta. Upik lantas divonis  2 tahun
penjara dan 3 bulan subsider atau denda Rp.50juta.

Anehnya, hingga kini tidak diketahui Upik dijerat dengan Undang-undang apa. Surat vonis pengadilan pun, hingga kini belum mereka terima.

Dengan hanya menjalin komunikasi melalui telepon seluler, Sugi meminta sejumlah uang  sepasang suami istri itu,  untuk mengupayakan
pemindahan Upik dari LP Cipinang ke Lapas Gorontalo. Ini memang permintaan kedua  orang tua Upik agar bisa lebih dekat mengunjungi
anaknya.

“Kami tidak pernah bertemu langsung dengan pak Sugi itu, seorang kenalan di Pontianak yang menghubungkan kami,” kata Parman.

Hingga kini, sedikitnya sudah 70 juta rupiah yang disetorkan  orang tua Upik kepada pengacara itu.

Biaya sebesar itu didapatkan Parman yang hanya seorang petani dengan menjual kebun cengkehnya, menjual sepetak lahan, ditambah berhutang di
bank. Kini untuk menyambung hidup, Parman bekerja serabutan, jadi ojek motor hingga kuli bangunan dijalaninya.

“Apapun akan saya lakukan agar anak saya bisa pindah, menjalani hukuman  Gorontalo, kasihan anak saya sebatang kara di sana,” kata Parman dengan mata berkaca-kaca.

 

SYAM TERRAJANA

Syam Terrajana
Lahir dan tinggal di Gorontalo setelah berkelana di berbagai kota. Membagi waktunya untuk menulis, membaca,melukis dan bepergian. Sesekali menyanyi jika suara sedang bagus. Tulisan saya lainnya dapat disimak di kawansyam.com. Saya dapat dihubungi di syam.terrajana@gmail.com.

22 thoughts on “Ortu Mahasiswa UNG Peretas PT Telkom Jual Segalanya Demi Ini

  1. Pdhl org2 pintar bgni yg harus dilestarikan. So brpa 72 jt itu kalo mo lia telkomsel pe kaya bgtu. Kurang beramal telkomsel ini mknya diretas apa2.
    Tp te upik ini pintar skli amm.. kalo di arahkan bae2 dia ini suatu saat indonesia pasti bangga punya pemuda mcm dia

  2. Harusnya telkomsel justru b trima kasih pa t upik karna dg bagitu IT telkomsel bisa kase bae kelemahan system..facebook.com sj ba kase sayembara spa yg bisa jebol drg p sistem mo dpa bonus doi,drg bekeng bagitu supaya drg bisa tau dg p kelemaham kong kase kuat drg p sistem..

  3. Kalau mau di tegas kan UU ITE di indonesia ini, jangan penjarakan anak ini saja.
    Coba Audit tuh Telkomsel, Apakah Sistem nya sudah d uji kelayakan??
    Jangan di koar2kan kerugian 72 jt saja, keuntungan milyaran tanpa ada kalkulasi yg jelas kenapa diam saja??

  4. Sehrusnya orang seperti itu di rekrut masuk IDCA (indonesian cyber army) untuk membantu indonesia melawan cyber criminal, bkannya didenda, masih byak ko hacker yg berkeliaran di luar sana, jika polisi yg salah. Ak47. Siap membantu sesama hacker…

  5. Yang jadi korban ya orang tuanya.. gara gara anaknya show off.. menerobos sebuah sistem dengan cara ilegal.. kalau mau mencari kelemahan suatu sistem harus izin dulu sama yg punya.. kasian orang tua mu ..

  6. Bo te upik saja bisa meretas jaringan telkomsel., apalagi zionis laknatullah amerika dan israel…
    Bukti kelemahan keamanan informasi dan ketertinggalan SDM di telkomsel..
    Harusnya upik dapat bonus bukan penjara., karna upik so tunjukkan kelemahan sistim keamanan telkomsel…

  7. di lihat dari sisi manapun kedua belah pihak memiliki kesalahan, walaupun si upik membobol sistem untuk memberikan informasi kepada PT. Telkomsel, bahwa sistem mereka masih memiliki kekurangan, namun namanya menerobos tetaplah salah,

    begitu juga dengan pihak dari PT. Telkomsel, membuat sistem yang mampu di tembus oleh anak kuliahan, berterima kasihlah pada si upik karna tidak menghancurkan sistemnya secara menyeluruh, karna jika dya seorang hacker, dya pasti merubuhkan sistemnya tanpa tersisa.

    semoga saja hukum di indonesia masih dapat di andalkan, agar dapat menemukan, solusi dan titik terang bagi ke dua belah pihak.

    {The Seven Deadly Sins}

Leave a Reply

6 − three =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top