You are here
Home > Berita Pilihan Editor > Patung Garuda Ini Diarak Jalan Kaki Lewati 15 Desa di Gorontalo

Patung Garuda Ini Diarak Jalan Kaki Lewati 15 Desa di Gorontalo

 

Sejumlah warga menggotong patung burung Garuda Pancasila karya Pipin Idris yang akan dipamerkan di Museum pendaratan Soekarno, Desa Iluta, Kabupaten Gorontalo. (DG/Syam Terrajana)
Sejumlah warga menggotong patung burung Garuda Pancasila karya Pipin Idris yang akan dipamerkan di Museum pendaratan Soekarno, Desa Iluta, Kabupaten Gorontalo. (DG/Syam Terrajana)

DeGorontalo- Sebuah patung garuda di arak sejauh 15 kilometer  oleh masyarakat dengan berjalan kaki. Patung yang merupakan lambang Negara Indonesia itu, diarak dari desa Huntu Selatan Kecamatan Bulango selatan, Kabupaten Bone Bolango menuju desa Iluta, Batudaa, Kabupaten Gorontalo . [7/16]

Awaludin sebagai penggagas Ide ini mengungkapkan bahwa, arak-arakan ini hanyalah permulaan dari acara peringatan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-71, karena pada tanggal 14-31 Agustus, mereka komunitas kelapa batu akan mengadakan beberapa kegiatan di rumah pendaratan pesawat Ir. Soekarno.

“Kegiatan ini sebenarnya rutin kami laksanakan sejak 2012, beberapa kegiatan disana yaitu Pameran foto dokumentasi sejarah, pemutaran film nasional, melukis bersama, lomba puisi, hiburan rakyat dan beberapa kegiatan lainnya”, Jelas Awal.

Pipin Idris, salah satu seniman patung Gorontalo yang juga sebagai pembuat patung tersebut mengungkapkan, ukuran sebenarnya untuk patung garuda tersebut adalah 4 x 4 meter, namun kemudian diubah menjadi 4×6 mengacu pada patung monument nasional.

Baca Juga :

 

“Patung ini menggunakan kerangka bambu, yang kemudian dibungkus dengan styrofoam”. ungkap Pipin.

Selain patung Garuda, masyarakat yang mengarak juga mambawa atribut-atribut kemerdekaan seperti baliho dan spanduk-spanduk yang bergambar pahlawan nasional, seperti salah satunya Soekarno.

“Dibarisan depan itu ada dua orang yang menggunakan setelan jas rapi lengkap dengan songkok, salah satunya yang di cat tubuhnya dengan kuning mass itu disimbolkan sebagai Soekarno masa kini, kemudian yang satunya lagi disimbolkan sebagai Jendral Sudirman”. Tutup Pipin

Dengan melewati sekitar 15 desa, patung yang berukuran raksasa tersebut akhirnya sampai di desa Iluta pada pukul 15:00 dengan waktu keberangkatan jam 09:00 Wita.

(Visited 1,557 times, 4 visits today)
wawan akuba

Mahasiswa dan pecinta, seorang yang telah mencoba melibas semak belukar rinjani tapi tetap tunduk pada keindahannya.

http://wawannakuba.blogspot.com

Leave a Reply

4 × one =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top