PB Catalina, Saksi Sejarah Indonesia dan Gorontalo

 

DEGORONTALO – Panjangnya mencapai 19.35 meter, sedangkan tingginya mencapai 6.85 meter, lebar bentang sayapnya yang mencapai 31.69 meter dan 2 buah mesin baling-baling semakin menambah gagah kendaraan ini.

PB Catalina, begitu namanya, sebuah kendaraan tempur buatan perusahaan Consolidated Aircraft asal Amerika yang pernah menjadi salah satu perangkat tempur andalan Negara Indonesia.

PB sendiri memiliki arti “Patrol Bomber”, tak lain karena pesawat amfibi PB Catalina ini mampu menggotong ranjau laut, aneka bom, torpedo, hingga senapan mesin berkaliber 50 milimeter.

PB Catalina, kini menjadi salah satu saksi sejarah terhadap hubungan diplomatik yang terjadi antara Negara Indonesia dengan Gorontalo, pada waktu itu.

Ya, tepat enam tahun setelah Indonesia merdeka, tahun 1951, Presiden pertama RI, Soekarno, datang mengunjungi Gorontalo menggunakan pesawat tempur ini.

Yang menariknya, pesawat yang membawa sang Proklamator itu mendarat di Desa Iluta, Kecamatan Batuda’a, Kabupaten Gorontalo, tepat di pesisir Danau Limboto, danau terbesar yang ada di Gorontalo.

Kini, siapapun bisa melihat rupa dari pesawat tempur yang paling banyak digunakan saat Perang Dunia Kedua ini. Dimana? Tepat di lokasi pendaratan Soekarno kala itu, yang kini menjadi Museum Rumah Pendaratan Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno.

Dengan tajuk “Hajat Bulan Juni,” sebuah pameran yang diselenggarakan oleh Komunitas Kelapa Batu, digelar selama tujuh hari berturut-turut, sejak tanggal 1 Juni kemarin.

“Kegiatan ini rutin kami lakukan setiap tahunnya. Pameran kali ini sendiri sudah memasuki gelaran kelima. Kami menyebutnya ‘Hajat Bulan Juni’, karena bertepatan dengan hari kelahiran Pancasila,” ujar Awaluddin, ketua panitia pameran tersebut.

Di pameran ini sendiri, pengunjung bisa menyaksikan pelbagai foto-foto sejarah Indonesia, dokumentasi Gorontalo tempo dulu, video-video dokumenter, hingga dokumen-dokumen lama tentang Gorontalo. Dan yang menjadi spesial, tentu saja keberadaan perangkat tempur PB Catalina.

PB Catalina yang kini berada di pameran ini bukan kendaraan asli, kendaraan ini sendiri hanya terbuat dari bilah-bilah bambu yang disusun sedemikian rupa hingga menyerupai bentuk pesawat tempur.

“Replika ini terbuat dari bambu. Jumlahnya sendiri mencapai 2000 bilah bambu lebih. Saya dibantu dengan 10 orang kawan-kawan (termasuk warga sekitar), perlu waktu sampai 3 bulan untuk pengerjaannya,” jelas pria  lulusan Magister Culture Studies, Universitas Udayana, Bali, yang akrab disapa Awal ini.

Pameran ini sendiri terbuka setiap hari sejak 1 s/d 7 Juni 2015 mulai pukul 08.00 s/d 23.00 WITA. Selain ada pameran foto dan dokumentasi sejarah, setiap malamnya ada pemutaran film bertemakan nasionalis mulai pukul 20.00 s/d 23.00 WITA.

“Jika melihat sejarah, enam tahun setelah merdeka, Sang Proklamator sudah datang di Gorontalo, berarti ada sesuatu yang menarik dari Gorontalo. Harapan kami, semoga Gorontalo bisa bersuara di kancah Nusantara. Dan melalui kegiatan ini, semoga bisa mengingatkan kembali sejarah Gorontalo dan Indonesia,” tambah pria murah senyum itu.

*Foto. Replika pesawat Catalina di derama museum pendaratan Soekarno, Iluta, Kabupaten Gorontalo (courtesy Arnold R Ahmad)

 

GERIL DWIRA

Leave a Reply

one × 4 =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top